Berita

(Foto: Dok. Pelindo)

Bisnis

Pelindo Gandeng Masyarakat Galakkan Restorasi Terumbu Karang

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 17:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat komitmen pelestarian ekosistem laut melalui program rehabilitasi terumbu karang di perairan sekitar Pulau Hanita, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. 

Program yang dilaksanakan bersama CECT Sustainability Trisakti dan Yayasan Peduli Indonesia pada periode 2024-2026 ini menjadi bagian dari upaya Perusahaan mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut.

Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo, Hendri Ginting mengatakan bahwa pelestarian ekosistem laut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.


“Pelindo memandang laut bukan hanya sebagai ruang konektivitas, tetapi juga sebagai ekosistem yang perlu dijaga keberlanjutannya,” ujar Hendri dalam keterangan tertulis, Jumat 12 Juni 2026.

Program rehabilitasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada periode 2024-2025 menggunakan 25 unit substrat melalui transplantasi sebanyak 3.250 fragmen karang pada area rehabilitasi seluas 4.500 meter persegi. 

Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan pada periode 2025-2026 dengan 25 unit substrat tambahan, jumlah fragmen, dan luasan rehabilitasi yang sama.

Dengan demikian, total program rehabilitasi mencakup 50 unit substrat, 6.500 fragmen karang, dan area rehabilitasi seluas 9.000 meter persegi. 

Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mendukung pemulihan habitat bawah laut serta memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi kawasan pesisir dan laut di sekitar Pulau Hanita.

Selain berfokus pada pemulihan ekosistem bawah laut, program ini juga melibatkan masyarakat pesisir dalam kegiatan transplantasi dan pemeliharaan terumbu karang secara berkala. 

Sebanyak 10 warga dari Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, turut terlibat dalam program tersebut, terdiri atas lima nelayan lokal dan lima perempuan setempat.

Hendri menambahkan, pelibatan masyarakat menjadi aspek penting agar program rehabilitasi tidak berhenti pada kegiatan penanaman karang, tetapi juga membangun kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan laut.

“Pelindo mendorong pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat pesisir dalam menjaga laut sebagai sumber kehidupan,” tambah Hendri.

Seiring berjalannya program, kondisi ekosistem bawah laut di area rehabilitasi mulai menunjukkan perkembangan positif. Terumbu karang yang ditransplantasikan tumbuh dengan baik, sementara berbagai jenis ikan dan biota laut mulai kembali terlihat di sekitar area rehabilitasi.

Berdasarkan hasil monitoring, tingkat keberhasilan hidup atau survival rate terumbu karang dalam program ini mencapai 98,69 persen. Rehabilitasi ini juga diestimasi berkontribusi terhadap peningkatan serapan karbon hingga ±2.250 kg CO? per tahun.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya