Berita

Ketua IKA NHI Bandung, Tantowi Yahya. (Foto: RMOL)

Nusantara

6.800 Lowongan Sektor Pariwisata Menanti Pelamar

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 16:37 WIB | LAPORAN: SAEFUL ZAMAN

Industri pariwisata Indonesia menunjukkan taji pascapandemi. Seiring melonjaknya aktivitas perjalanan, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) kompeten di sektor ini ikut meroket.

Kondisi tersebut tercermin nyata dalam gelaran International Grand Recruitment 2026 yang diinisiasi Ikatan Alumni (IKA) NHI Bandung bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung dan Kompensi STP Bandung.

Sektor perhotelan, restoran, kapal pesiar, hingga maskapai penerbangan dipastikan tengah berburu talenta-talenta siap kerja.


Dalam bursa kerja yang berlangsung selama dua hari tersebut, sedikitnya tersedia 6.800 peluang kerja di sektor pariwisata dan hospitality, baik untuk penempatan dalam maupun luar negeri.

Ketua IKA NHI Bandung, Tantowi Yahya mengungkapkan, tingginya angka lowongan ini membuktikan bahwa sektor pariwisata masih menjadi primadona dalam menyerap angkatan kerja.

“Peluang yang tersedia mencapai sekitar 6.800 posisi, sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar baru sekitar 2.000 orang. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan industri masih jauh lebih besar dibanding jumlah pelamar yang tersedia," kata Tantowi dikutip pada Rabu, 11 Juni 2026.

Mantan Dubes Selandia Baru ini menambahkan, lowongan yang tersedia tidak hanya datang dari korporasi lokal, melainkan juga raksasa internasional yang siap memboyong tenaga kerja Indonesia ke panggung global.

Mulai dari hotel berbintang di Jakarta dan Bali, resort premium, kapal pesiar internasional, maskapai penerbangan Timur Tengah, hingga destinasi eksklusif Labuan Bajo turut ambil bagian.

Menariknya, fenomena ini sekaligus menepis kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) bakal menggerus lapangan kerja manusia di sektor pariwisata.

Tantowi menegaskan, hospitality adalah industri yang sangat mengandalkan interaksi dan sentuhan personal antarmanusia. Teknologi boleh maju, tapi empati tidak bisa digantikan.

“Pariwisata adalah industri berbasis manusia. Ada banyak aspek pelayanan yang membutuhkan empati, komunikasi, dan hubungan langsung dengan pelanggan yang tidak bisa digantikan oleh teknologi,” cetusnya.

Tak sekadar mengejar angka penyerapan, ajang International Grand Recruitment 2026 ini juga mengusung misi kemanusiaan lewat prinsip inklusivitas. Pihak panitia membuka pintu selebar-lebarnya bagi para pencari kerja berkebutuhan khusus (disabilitas) yang memiliki kompetensi sesuai standar industri.

Bagi Tantowi, keterbukaan terhadap seluruh kelompok masyarakat adalah fondasi penting untuk membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan di masa depan.

Melalui kolaborasi apik antara alumni, akademisi, dan pelaku industri ini, diharapkan jurang pemisah (gap) antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil pasar kerja bisa terkikis habis.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya