Berita

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Antam Tbk Tahun Buku 2025 secara virtual, Rabu, 10 Juni 2026. (Foto: Tangkapan layar Zoom)

Bisnis

Antam Raup Laba Rp7,92 Triliun pada 2025, Naik 106 Persen

RABU, 10 JUNI 2026 | 19:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. Angka ini naik 106 persen dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengatakan pencapaian tersebut menjadi yang terbaik dalam sejarah perusahaan.

"Perseroan mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun, tumbuh signifikan sebesar 106 persen dibandingkan capaian tahun 2024," kata Untung dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Antam Tbk Tahun Buku 2025 secara virtual, Rabu, 10 Juni 2026.


Selain laba yang melonjak, Antam juga membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun atau naik 22 persen secara tahunan.

Direktur Strategi Korporasi Pengembangan Usaha dan Komersial Antam, Handi Sutanto, menjelaskan lonjakan laba bersih didorong oleh kuatnya kinerja operasional di seluruh lini bisnis perseroan.

Menurutnya, segmen nikel menjadi salah satu motor utama pertumbuhan. Produksi nikel meningkat 62 persen, sementara penjualan melonjak 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami mendapatkan momentum dan memanfaatkan momentum tersebut sebaik mungkin melalui optimalisasi kegiatan pertambangan dan optimalisasi atas Rancangan Kinerja dan Biaya yang telah didapatkan," ujar Handi.

Kinerja bisnis nikel, kata Handi juga ditopang tingginya permintaan bahan baku untuk program hilirisasi di dalam negeri, khususnya industri stainless steel.

Sementara itu, bisnis bauksit mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi. Produksi bauksit Antam meningkat 112 persen, sedangkan penjualannya melonjak 157 persen secara tahunan.

Di sisi lain, bisnis emas juga tetap menjadi salah satu kontributor utama kinerja perseroan. Perseroan mencatat penjualan emas Antam mencapai sekitar 37 ton sepanjang 2025.

"Bisnis emas kami juga tetap menjadi salah satu pendorong utama kinerja melalui tingginya permintaan emas domestik akibat kesadaran masyarakat yang terus bertumbuh setiap tahun untuk berinvestasi di emas," tuturnya.

Selain pertumbuhan pendapatan, Antam juga menjalankan program efisiensi secara konsisten untuk menjaga profitabilitas perusahaan.

"Harga tidak bisa kami kontrol, tetapi biaya bisa kami kontrol. Itu yang kami efisiensikan sehingga mampu meningkatkan overall profitability perseroan," kata Handi.

Ia menegaskan, kombinasi pertumbuhan volume penjualan, reli harga komoditas yang kuat, serta disiplin efisiensi biaya menjadi tiga faktor utama yang mendorong lonjakan laba bersih Antam pada tahun buku 2025.

Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5,04 triliun atau setara 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya