Berita

Telur ayam di pasar modern wilayah Jakarta Selatan (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Harga Telur Terjun, Pemerintah Perketat Pengawasan HAP Rp26.500 per Kilogram

RABU, 10 JUNI 2026 | 12:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah memperketat pengawasan harga telur ayam ras di tingkat peternak menyusul anjloknya harga akibat melimpahnya pasokan di pasar. 

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur sebesar Rp26.500 per kilogram harus dijalankan oleh seluruh pelaku usaha.

Penegasan itu disampaikan setelah pemerintah menerima keluhan peternak dari berbagai daerah terkait harga jual telur yang terus melemah dan berpotensi menimbulkan kerugian.


Amran mengatakan pemerintah akan mengawal implementasi HAP agar peternak memperoleh harga yang layak. Ia juga meminta peternak aktif mengawasi pelaksanaan aturan tersebut di lapangan.

"Kami sudah mengambil sejumlah langkah agar peternak terlindungi dan tidak merugi akibat penurunan harga," ujarnya.

Selain pengawasan harga, pemerintah menyiapkan berbagai instrumen stabilisasi untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan. Salah satunya melalui penyaluran jagung pakan oleh Perum Bulog guna membantu menjaga biaya produksi peternak tetap terkendali.

Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, mendukung langkah pemerintah dalam menegakkan harga acuan. Menurutnya, kepatuhan pedagang dan pelaku usaha terhadap HAP menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan pasar dan melindungi peternak dari praktik pembelian di bawah harga yang telah ditetapkan.

Ia juga meminta peternak segera melapor kepada Badan Pangan Nasional apabila menemukan transaksi telur dengan harga di bawah HAP.

Menurut Yudianto, pengawasan yang konsisten diperlukan agar kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peternak, terutama di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami surplus produksi.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya