Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

RABU, 10 JUNI 2026 | 08:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street ditutup lesu akibat tekanan pada saham-saham teknologi dan semikonduktor yang kembali melemah setelah sempat menguat pada perdagangan sehari sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, waktu setempat, indeks S&P 500 turun 0,26 persen ke 7.386,65. Sementara Nasdaq Composite yang banyak berisi saham teknologi merosot lebih dalam, yakni 0,97 persen ke 25.678,82. 

Berbeda dengan keduanya, Dow Jones Industrial Average masih mampu naik 86,10 poin atau 0,17 persen dan ditutup di 50.872,11.


Pelemahan pasar dipicu oleh kembali lesunya saham-saham chip setelah reli singkat pada hari sebelumnya. ETF semikonduktor iShares Semiconductor (SOXX) turun sekitar 1 persen, melanjutkan volatilitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Saham-saham besar seperti Broadcom dan Micron Technology juga terkoreksi sekitar 1 persen setelah sempat melonjak pada sesi sebelumnya.

Investor mulai khawatir bahwa reli saham kecerdasan buatan (AI) telah terlalu cepat dan membuat valuasi sejumlah perusahaan teknologi menjadi terlalu mahal. Kekhawatiran itu semakin menguat setelah proyeksi kinerja Broadcom dianggap kurang memuaskan oleh pasar.

Meski saham teknologi tertekan, mayoritas saham dalam indeks S&P 500 sebenarnya masih bergerak naik. Dari 11 sektor utama, sembilan sektor mencatat kenaikan. Sektor properti, kesehatan, utilitas, material, dan barang konsumsi non-primer menjadi penopang utama pasar.

Saham-saham sektor properti mendapat dorongan setelah data penjualan rumah bekas di Amerika Serikat pada Mei jauh lebih baik dari perkiraan. Penjualan rumah bekas naik 3,2 persen menjadi 4,17 juta unit secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar yang berada di 4,05 juta unit.

Di sektor lain, saham perbankan dan kesehatan juga menunjukkan ketahanan. ETF sektor kesehatan AS naik sekitar 0,7 persen, sementara ETF perbankan menguat sekitar 1 persen. ETF perusahaan konstruksi rumah bahkan melonjak lebih dari 2 persen setelah data properti yang kuat.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rencana penawaran saham perdana (IPO) SpaceX yang dijadwalkan mulai diperdagangkan pekan ini. Dengan valuasi mencapai sekitar 1,75 triliun Dolar AS, IPO tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah dan membuat sebagian investor memilih bersikap lebih hati-hati.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya