Berita

Kolonel Purnawirawan Lawrence Wilkerson (kiri). (Foto: YouTube Glenn Diesen Indonesia)

Global

Mantan Kepala Staf Menlu AS Sebut Israel sudah di Ambang Kekalahan

RABU, 10 JUNI 2026 | 03:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Mantan Kepala Staf Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Kolonel Purnawirawan Lawrence Wilkerson blak-blakan menyebut kondisi saat ini menjadi masa sulit bagi Israel.

“Perdana Menteri Israel yang anda kenal pernah berkata, ‘tekanan militer maupun menghancurkan Lebanon Selatan tidak akan bisa menjatuhkan Hezbollah’. Benar juga dia mantan Perdana Menteri. Tapi sekarang Benjamin Netanyahu terjepit, benar-benar di antara dua tekanan besar,” kata Lawrence dikutip dalam kanal YouTube Glenn Diesen Indonesia, Selasa malam, 9 Juni 2026.

Mantan perwira Angkatan Darat AS itu menyebut bahwa Donald Trump gagal menjaga keamanan bagi Israel.  


“Jadi apapun yang dia (Israel) lakukan, dia tetap kalah,” 

Lawrence menyatakan kondisi politik dalam negeri Israel juga tidak baik-baik saja. PM Netanyahu saat ini tengah diterpa dalam berbagai isu politik internal.
  
Ia bahkan menegaskan pola Israel dalam menjajah Palestina selama ini telah mengabaikan seluruh hukum internasional. Hal itu membuat tekanan internasional bagi negara beribu kota Tel Aviv itu terus mengalir.

“Situasi (penjajahan Palestina) itu seperti dijalankan dengan cara mafia, membuat harga kebutuhan pokok melonjak. Misalnya orang Palestina harus membayar sekitar 250 Dolar AS hanya untuk selusin telur. Dan di sisi lain membuat banyak orang termasuk banyak warga Mesir menjadi kaya dari proses itu. Dan semua ini terjadi di pinggiran saja. Kita melihat ke Hezbollah, kita melihat ke Dahia, kita melihat ke Beirut, kita melihat apa yang dilakukan Israel di Lebanon yang jelas tidak bisa dibenarkan,” ungkap Lawrence.

Masih kata dia, dalam perang menghadapi Iran, Israel sudah terlihat kekalahannya.  

“Yang bisa dirangkum dalam judul berita highlights yang dulu sering saya kutip, Iran hanya perlu tidak kalah untuk menang. Sementara Amerika Serikat dan Israel, dan ini belum menyangkut masa depan Netanyahu, entah dipenjara atau sebagai pahlawan, (dia) harus menang dengan cara yang luar biasa dan itu tidak terjadi. Sebenarnya sudah kalah,” pungkasnya.  

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya