Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Gagal Stabilkan Harga Pangan, Zulhas dan Budi Santoso Layak Dicopot

SELASA, 09 JUNI 2026 | 06:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Harga kebutuhan pokok yang terus melambung tinggi pada awal pekan membuat kinerja Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso menuai hujatan publik.

Ketua Umum Gerakan Muda (Gema) Nasional, Eko Saputra menilai Zulhas dan Budi Santoso gagal menjaga stabilitas harga pangan. Hal itu menjadi persoalan serius karena menyangkut langsung kebutuhan dasar jutaan rakyat Indonesia.
 
“Jika persoalan ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengelola sektor pangan akan semakin menurun,” kata Eko dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.


Lanjut dia, sektor pangan terus menjadi program prioritas Presiden Prabowo. Akibatnya, kenaikan harga pangan saat ini sama saja mencoreng muka Prabowo di mata rakyat. 
 
"Kami menilai sudah saatnya Presiden Prabowo melakukan evaluasi total terhadap jajaran yang menangani sektor pangan. Jangan sampai rakyat menjadi korban dari kebijakan yang tidak efektif dan lemahnya pengawasan terhadap tata niaga pangan nasional,” jelas Eko.
 
Pihaknya pun mendesak Presiden Prabowo untuk segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso apabila dalam waktu dekat tidak mampu menunjukkan perbaikan nyata terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok.
 
"Jabatan publik bukanlah hak istimewa yang harus dipertahankan dengan segala cara. Jabatan adalah amanah. Ketika rakyat terus menjerit akibat mahalnya harga pangan, sementara pejabat yang bertanggung jawab gagal menghadirkan solusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, maka pergantian pejabat menjadi langkah yang wajar dan diperlukan,” ungkapnya.
 
Eko menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukanlah banyaknya konferensi pers, rapat koordinasi, atau klaim keberhasilan di atas kertas, melainkan kemampuan menghadirkan harga pangan yang terjangkau bagi rakyat.
 
"Jika harga pangan terus melambung dan rakyat terus mengeluh, maka yang harus dievaluasi bukan rakyatnya, melainkan pejabat yang mengurus pangan,” pungkasnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama, terutama bawang merah, beras, dan minyak goreng pada Senin, 8 Juni 2026.

Harga bawang merah mencatat lonjakan tertinggi, naik 19,25 persen menjadi Rp60.700 per kilogram (kg). Kenaikan juga terjadi pada bawang putih yang naik 7,76 persen menjadi Rp41.650 per kg.

Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah II meningkat 6,57 persen menjadi Rp15.400 per kg. Sementara itu, beras kualitas super naik tipis 0,29 persen menjadi Rp17.500 per kg.

Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 1,46 persen menjadi Rp24.350 per kg, minyak goreng kemasan bermerek II naik 1,51 persen menjadi Rp23.500 per kg, sedangkan minyak goreng curah meningkat 0,73 persen menjadi Rp20.700 per kg.  
 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya