Berita

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Publika

Sony Sonjaya Berikan 26 Nama ke Penyidik Kejagung

SENIN, 08 JUNI 2026 | 18:51 WIB

SEBAGAI Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya tentu bukan puncaknya. Puncaknya adalah Kepala BGN. Tapi kalau Kepalanya juga ikut dicopot, ditersangkakan, dan ditangkap bersama dirinya, apakah masih bisa Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator alias JC?

Sebab, syarat menjadi Justice Collaborator  itu adalah dia bukan pelaku utama. Kalau dia adalah pelaku utama, atau pelaku utamanya (Kepalanya) juga sudah ditangkap, tentu tidak bisa lagi menjadi JC. Tapi "nyanyian" Sony Sonjaya mengungkap pihak lain yang terlibat, juga perlu dihargai.

Secara spesifik, pengacara Sony Sonjaya, Elza Syarief mengatakan, ada 26 orang nama yang sudah diberikan Sony Sonjaya kepada penyidik Kejagung untuk ditelusuri. 


Ia juga mengingatkan bahwa handphone Sony Sonjaya yang sudah disita, mohon dijaga sebaik-baiknya.

Harus diakui bahwa nyanyian atau manuver dari pihak Sony Sonjaya ini memunculkan minimal tiga spekulasi liar. 

Pertama, ada pihak lain yang lebih berpengaruh dari dirinya. Kedua, pihak lain itu sudah diserahkan kepada penyidik. Ketiga, apakah penyidik akan membongkar atau justru melokalisir?

Tiga spekulasi liar di atas, tidak ada satupun yang merugikan pihak Sony Sonjaya. Artinya, Sony Sonjaya cukup berhasil mengubah posisinya dari seorang pelaku jadi korban. 

Padahal, pengajuan JC itu sendiri belum dilakukan. Hebat. Mungkin itulah kelihaian seorang Jenderal Polisi dibandingkan Jenderal TNI seperti Lodewijk Pusung.

Sejak dicopot, dijadikan tersangka, dan ditahan, memang baru Sony Sonjaya saja yang bermanuver. 

Memposting tulisan tangan untuk Kepala BGN baru, Nanik S Deyang, lalu mengatakan seolah masih ada orang besar yang lain, selain dirinya. 

Sementara itu Dadan Hindayana dan Lodewijk Pusung, tidak mengambil langkah seperti yang dilakukan Sony Sonjaya.

Mengatakan bahwa ia bukan sendirian, ada orang besar lainnya, mungkin masih bisa diterima akal. 

Faktanya ia (Sony Sonjaya) tak ditangkap sendirian. Tapi berusaha beralih dari pelaku jadi korban ini sudah tidak masuk akal. 

Ini akal-akalan. Sebab, ia bukan orang sembarangan. Mantan Jenderal Polisi yang pastinya tahu banyak hal.

Krisna Murti, Elza Syarief, biasanya ada juga Farhat Abbas di jalur ini, dan jajaran pengacara yang dipakai Sony Sonjaya, juga bukan orang baru. 

Seperti Sony Sonjaya, pengacaranya juga punya rekam jejak yang panjang. Bahkan, tidak hanya di jalur penegakan hukum, tapi juga di jalur politik. 

Secara politik, mereka juga tidak berada di ruang kosong. Bisa jadi ini juga akan berpengaruh, hendak ke mana kasus ini akan bergulir.

Erizal

Direktur ABC Riset & Consulting 

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya