Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Harga Batu Bara Menguat, Bahlil Siapkan Relaksasi Produksi Tambang

SENIN, 08 JUNI 2026 | 11:01 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah menyiapkan kebijakan relaksasi produksi batu bara secara terukur untuk merespons penguatan harga komoditas global dan dinamika geopolitik yang memengaruhi pasar energi dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah akan menyesuaikan tingkat produksi dengan perkembangan harga internasional agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara optimal oleh negara, pelaku usaha, dan masyarakat.

"Terkait RKAB komoditas lain, termasuk batu bara, kami memperhatikan betul perkembangan geopolitik dan ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada fluktuasi harga global," kata Bahlil di Gedung DPR RI, Senin 8 Juni 2026. 


Menurutnya, ketika harga komoditas berada pada level yang menguntungkan, pemerintah membuka ruang bagi peningkatan produksi untuk memaksimalkan penerimaan negara sekaligus mendukung kinerja industri pertambangan.

"Kalau harganya bagus, kita akan meningkatkan produksi," ujarnya.

Sebaliknya, apabila harga mulai melemah atau pasar mengalami kelebihan pasokan, pemerintah akan melakukan penyesuaian produksi guna menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.

"Kalau harganya mulai mentok, kita juga akan membuat kebijakan agar supply dan demand tetap terjaga," tegasnya.

Bahlil menegaskan, kebijakan relaksasi tersebut akan diterapkan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar global serta kepentingan nasional.

"Atas dasar itu, kami terus mengikuti perkembangan dan akan melakukan relaksasi yang terukur," katanya.

Menurut Bahlil, langkah tersebut diperlukan agar sektor pertambangan tetap mampu memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya