Berita

Wawancara antara Presiden AS Donald Trump dan NBC yang berlangsung tegang (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube NBC News)

Dunia

Trump Adu Mulut dengan Jurnalis NBC, Wawancara Berakhir Ricuh

SENIN, 08 JUNI 2026 | 07:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan wawancara dengan stasiun televisi NBC secara mendadak setelah terlibat perdebatan dengan jurnalis Kristen Welker mengenai klaim kecurangan pemilu. 

Wawancara yang dilakukan di Wisconsin itu ditayangkan pada Minggu, 7 Juni 2026, dan berlangsung cukup tegang.

Dalam wawancara tersebut, Trump kembali menuduh pemilihan gubernur California dan pemilu presiden AS tahun 2020 telah dicurangi. Ia mengkritik proses penghitungan suara di California yang menurutnya berlangsung terlalu lama.


Saat Welker meminta bukti atas tuduhan tersebut, Trump tidak memberikan penjelasan atau data yang mendukung klaimnya. Sebaliknya, ia menyerang media dan pewawancara tersebut.

"Mereka curang, sama seperti Anda yang curang. Pers Anda curang, dan Meet the Press juga curang," kata Trump.

Ketika Welker terus mengajukan pertanyaan, suasana wawancara semakin panas. Trump kemudian berkata, "Anda curang atau bodoh. Anda tahu pemilu itu dicurangi." 

Perdebatan akhirnya membuat Trump mengakhiri wawancara lebih cepat. 

Sambil melepas mikrofon, ia mengatakan, "Mari kita akhiri saja. Saya sudah muak." Setelah itu, Trump meninggalkan lokasi wawancara.

Sebelumnya, Trump juga terlihat kesal saat ditanya mengenai kemungkinan pemberian kompensasi kepada sejumlah pelaku kerusuhan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 yang mengaku bersalah karena menyerang polisi. 

Trump tidak menjawab secara langsung pertanyaan tersebut.
Sebaliknya, ia kembali menyampaikan klaim tanpa bukti bahwa para pelaku sebenarnya diarahkan ke Gedung Capitol oleh agen FBI dan mengaku bersalah karena takut menghadapi hukuman penjara yang berat. 

"Mereka mengaku bersalah karena takut dipenjara selama 15 tahun," ujar Trump.

Hingga kini, NBC News belum memberikan komentar terkait keputusan Trump menghentikan wawancara tersebut.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya