Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Rocky Gerung:

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

SENIN, 08 JUNI 2026 | 03:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Isu pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Muhammad Chatib Basri terus menggelinding di publik.

Pengamat politik Rocky Gerung memandang bergulirnya isu tersebut karena lemahnya dukungan politik Purbaya dalam menjalankan misi Presiden Prabowo Subianto. 

“Tapi memang akhirnya orang melihat sebetulnya apa dasarnya soal Menteri Keuangan ini jadi public issue di Jakarta tuh. Kita dengar Purbaya menganggap bahwa dia tidak punya backup politik untuk menjalankan misi presiden. Musinya besar betul tuh MBG, koperasi, perumahan, sekolah rakyat,” kata Rocky dikutip dalam kanal YouTube Hersubeno Point, Senin, 8 Juni 2026.


Rocky menyebut Presiden Prabowo punya banyak agenda yang sangat konsumtif yang menghabiskan banyak anggaran. kondisi itu yang membuat siapapun Menteri Keuangannya akan dihadapkan pada dilema yang sulit. 

“Kita tahu bahwa siapapun yang jadi Menteri Keuangan, dia akan bertumpu dengan fakta itu. Bahwa ambisi Presiden sangat bagus karena itu mencerminkan pikiran sosialistis, tetapi APBN tidak cukup. Padahal dalam ilmu public policy, semua ambisi politik batalnya cuma satu itu, (yakni) APBN,” tegasnya.

“Nah mungkin misalnya kalau ada Chati Basri di situ, Dede panggilannya, kita tentu tahu bagaimana menjalankan austerity-penghematan, bahwa spending negara mesti di-cut. Karena krisis ekonomi dan orang menduga dengan kuat bahwa misalnya kalau Dede ini diusulkan untuk jadi Menteri Keuangan, pasti Dede akan nego. Dan dengan mudah saya bisa coba menduga, Dede akan minta misalnya MBG-nya disetop dulu dong,” tambah Rocky.

Ia sebelumnya mengulas rekam jejak Chatib Basri yang pernah mengajar di Harvard Kennedy School for Government yang bermazhab Keynesian.

“Jadi kalau kita lihat bahwa pikiran universitas bisa mempengaruhi pilihan kebijakan di Indonesia. Kalau sekolah di Harvard ya pasti ada sedikit prinsip namanya Cambridge moods of thought, yaitu bahwa pemerintah harus terlibat mempengaruhi kebijakan ekonomi itu. Biasa disebut sebagai Cambridge School of Economic Thought itu yang berakar pada pemikiran John Maynard Keynes itu,” jelas Rocky.

Akademisi yang dikenal kritis ini menyatakan dalil Keynesian terbilang sederhana, yakni ketika ekonomi buruk, pemerintah seharusnya melakukan spending untuk menciptakan lapangan kerja.

“Nah sebaliknya mereka yang berada di Chicago itu nggak peduli dengan kebijakan pemerintah, yang penting ekonomi bisa diatur melalui jumlah uang yang beredar. Yang biasa disebut sebagai kalangan monetary,” ungkap dia.

Rocky menyebut persaingan dua mazhab ekonomi di Indonesia sangat kental dan dipengaruhi tempat asal pendidikan serta kondisi politik ekonomi global.

“Mazhab Purbaya itu monetary, kalau Chatib Basri pasti dia Keynesian. Tapi dalam keadaan hari ini orang bertanya kenapa Indonesia tidak mau secara ketat misalnya mengikuti mazhab Purbaya. Kenapa Indonesia justru ragu-ragu untuk mengambil risiko masuk dalam mazhab Keynesian? Ini adalah perdebatan, bukan sekadar perdebatan yang didasarkan dari akademis, tapi perdebatan yang didasarkan pada global politik,” pungkasnya.  


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya