Berita

Masyarakat di Desa Ilan Batu Uru, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kini dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh. (Foto: Humas PLN)

Bisnis

Akses Listrik Makin Luas, Pelanggan PLN Tembus 96,2 Juta

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 12:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

PT PLN (Persero) terus memperluas akses energi hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati manfaat listrik secara berkelanjutan.

Bagi jutaan keluarga di Indonesia, hadirnya listrik bukan sekadar penerangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menghadirkan kehidupan yang lebih produktif. 

Komitmen tersebut tercermin dari bertambahnya 3,3 juta pelanggan baru sepanjang tahun 2025, sehingga total pelanggan PLN mencapai 96,2 juta. 


Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui berbagai program perluasan akses listrik, seperti Program Listrik Desa (Lisdes), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta program Light Up The Dream (LUTD) yang didanai dari donasi pegawai PLN. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam memperluas akses energi yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Dukungan Pemerintah yang kuat menjadi fondasi penting bagi PLN untuk menjalankan mandat menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri. Listrik bukan sekadar energi, tetapi menjadi penggerak produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Darmawan, Minggu, 7 Juni 2026.

Selain memperluas akses energi, bertambahnya jumlah pelanggan turut memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan penyambungan pelanggan yang tercatat sebesar Rp2,24 triliun pada 2025, atau tumbuh 28,4% dibandingkan 2024. 

Pertumbuhan jumlah pelanggan PLN terjadi di berbagai segmen, di mana pelanggan rumah tangga menjadi kontributor terbesar dengan peningkatan 2,74 juta pelanggan atau sekitar 3,2% secara year on year (YoY), dari 84,66 juta menjadi 87,40 juta pelanggan.

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas ekonomi mendorong peningkatan pelanggan pada segmen bisnis sekitar 8,8% YoY, dari 5,15 juta menjadi 5,60 juta pelanggan. 

Sementara itu, jumlah pelanggan industri meningkat sekitar 18,6% YoY, dari 253 ribu menjadi 300 ribu pelanggan, mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung kegiatan produksi dan pengembangan industri nasional.

"Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia, sekaligus mencerminkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan telah dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat,” imbuh Darmawan.

Tak hanya itu, segmen sosial meningkat sekitar 4% dari 2,09 juta menjadi 2,17 juta pelanggan dan segmen pemerintah meningkat dari 629 ribu menjadi 659 ribu pelanggan atau meningkat sekitar 4,8% berkat bertambahnya sambungan listrik di fasilitas sosial maupun layanan publik.

“Ke depan, PLN akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan, memperluas akses energi, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik guna mendukung pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia,” tutup Darmawan.

Sebagai BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emission (NZE), serta menghadirkan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya