Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi R.)

Politik

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 09:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Munculnya rumor reshuffle kabinet yang disebut-sebut menyasar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mendapat perhatian dari pengamat politik Adi Prayitno.

Isu tersebut mengemuka di tengah sorotan terhadap kondisi ekonomi nasional, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, beredar spekulasi bahwa Purbaya berpotensi bergeser menempati posisi Gubernur Bank Indonesia.

Meski demikian, Adi menegaskan hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait kabar tersebut. Menurutnya, respons yang muncul dari pemerintah masih bersifat normatif dan belum memberikan kepastian mengenai kemungkinan perombakan kabinet.


"Yang harus dipahami, sampai hari ini belum ada pernyataan resmi terkait rumor reshuffle itu," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 7 Juni 2026.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai pembicaraan mengenai pergantian pejabat di sektor ekonomi tidak bisa dilepaskan dari tantangan yang sedang dihadapi pemerintah, terutama terkait stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.

Karena itu, jika pada akhirnya Presiden Prabowo Subianto memutuskan melakukan reshuffle, maka langkah tersebut harus diarahkan untuk memperkuat kinerja ekonomi nasional.

"Yang penting, kalau terjadi reshuffle, tujuannya adalah bagaimana menstabilkan ekonomi kembali, terutama agar nilai tukar rupiah bisa kembali menguat dan tidak terus mengalami pelemahan seperti sekarang," ujarnya.

Selain itu, Adi menilai pergantian pejabat ekonomi harus mampu mengembalikan optimisme pelaku pasar. Menurutnya, kepercayaan pasar merupakan faktor penting dalam mendukung proses pemulihan ekonomi nasional.

"Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pasar mendapatkan keyakinan bahwa ekonomi kita berada di jalur yang tepat sehingga proses pemulihan bisa berjalan lebih baik," pungkasnya.



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya