KH Abdussalam Shohib (Gus Salam). (Foto: Istimewa)
KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) melanjutkan silaturahmi kebangsaan dengan menyambangi para tokoh dan penggerak Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan.
Melalui pertemuan dengan para dato’, tomakaka, dan gurutta, Gus Salam ingin menyerap langsung aspirasi serta memahami dinamika jam’iyyah NU di tengah masyarakat Bugis yang hidup dalam tradisi agraris dan maritim.
Forum silaturahmi KH Abdussalam Shohib dengan pengurus PWNU dan PCNU se-Sulawesi Selatan mengangkat tema "Menjaga Langit Pesantren, Menata Organisasi serta Menggerakkan Inovasi demi Melayani Umat dengan Arif dan Hikmat", forum ini menjadi ruang konsolidasi gagasan untuk memperkuat tata kelola organisasi dan mendorong inovasi pelayanan NU bagi umat
Gus Salam menyampaikan rasa hormat dan ta’dzim kepada Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan, AG. DR. KH. Baharuddin serta Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Hamzah Harun Al-Rasyid, M.A.
“Saya datang untuk silaturrohim, karena para kiai sepuh di Jawa meminta agar saya sering silaturrohim ke semua elemen NU, terutama para sesepuh NU di daerah-daerah,” ucap Gus Salam, dikutip Minggu, 7 Juni 2026.
Menurutnya, terselenggaranya forum tersebut tidak lepas dari dukungan dan keterbukaan kedua tokoh NU tersebut yang berkenan menerima silaturahmi sekaligus memfasilitasi pertemuan dengan jajaran PCNU se-Sulawesi Selatan.
“Kemarin saya sowan silaturrohim Rais dan Ketua PWNU Sulsel. Beliau berdua adalah ulama panutan di tanah Bugis, sekaligus akademisi hebat yang menjadi referensi generasi muda NU" sambungnya.
Gus Salam mengungkapkan, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan berharap proses menuju Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung secara terbuka dengan tetap menjaga ukhuwah di antara seluruh elemen organisasi.
Menurut Gus Salam, para kandidat calon Ketua Umum PBNU beserta para pendukungnya juga diimbau untuk lebih menitikberatkan perhatian pada gagasan dan program kebaikan yang diperjuangkan, tanpa terjebak pada saling menjatuhkan atau merendahkan satu sama lain.
Sementara itu, Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan berpesan agar setiap kandidat menata niat dengan lurus, istiqamah, dan ikhlas dalam berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama. Ia juga menekankan pentingnya kedalaman ilmu, keteladanan, serta akhlak yang baik sebagai fondasi kepemimpinan di tubuh organisasi.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Salam menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus dan penggerak NU Sulawesi Selatan. Menurutnya, semangat pengabdian yang ditunjukkan para kiai dan aktivis NU di daerah tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kekuatan jam’iyyah sekaligus memperluas kemanfaatan NU bagi masyarakat.
“Semangat keagamaan mewarisi dan bersanad pada pendahulu kesultanan-kesultanan Bugis. Berkarakter dengan etos tinggi untuk menjaga harmoni sosial. Apalagi, pimpinan dan pengurus NU Sulsel, dominan akademisi dengan keahlian dan spesifikasi yang bisa membawa jam’iyyah pada manfaat nyata bagi umat dan masyarakat,” tambahnya.
Gus Salam menilai besarnya potensi agraris dan maritim yang dimiliki Sulawesi Selatan perlu dikelola secara lebih terarah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui basis-basis pesantren dan struktur jam’iyyah di tingkat MWCNU hingga ranting.
Menurutnya, keberadaan 24 PCNU di seluruh Sulawesi Selatan merupakan kekuatan strategis yang dapat dikonsolidasikan guna memperkuat pemberdayaan umat. Dalam konteks tersebut, PBNU diharapkan mampu menjalankan peran sebagai konduktor yang mengorkestrasi berbagai program, inisiatif, dan gerakan khidmah agar berjalan selaras dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga nahdliyin.
“PBNU bisa berperan untuk membuka jejaring ekonomi nasional, memfasilitasi lembaga keuangan syariah berbasis nahdliyyin dan off-taker, pengatur sirkulasi produksi ke jaringan pasar,” kata Gus Salam.
Silaturahmi Gus Salam bersama jajaran PWNU dan PCNU se-Sulawesi Selatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta mengikuti forum dengan antusias dari awal hingga akhir acara.
Bahkan setelah kegiatan resmi ditutup, banyak peserta yang secara bergantian meminta berfoto bersama Gus Salam. Suasana akrab dan dinamis tersebut turut menarik perhatian sejumlah peserta, termasuk Rais PCNU Soppeng yang kemudian menyampaikan tanggapannya atas jalannya forum dan respons positif yang muncul dari para nahdliyin.
“Untuk pertama kalinya, ada kandidat calon Ketua Umum PBNU yang semua peserta antusias sampai akhir dan satu persatu minta photo bareng dengan Gus Salam,” ungkapnya kepada tim pendamping Gus Salam.