Berita

Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

Politik

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

SABTU, 06 JUNI 2026 | 23:38 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Reshuffle Kabinet Merah Putih diperlukan untuk memperkuat efektivitas pemerintahan, mempercepat realisasi program prioritas nasional dan menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta, Syurya Muhammad Nur mengatakan, Prabowo karena saat ini membutuhkan menteri yang bukan hanya memiliki kapasitas teknokratis, tetapi juga mampu mengeksekusi kebijakan secara efektif dan menjadi komunikator ulung bagi publik.

“Reshuffle bukan sekadar hukuman politik, melainkan langkah korektif agar mesin pemerintahan berjalan selaras dengan agenda strategis Presiden,” kata Syurya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Sabtu 6 Juni 2026.


Menurut Syurya, tantangan yang dihadapi pemerintah semakin kompleks. Pemerintah dituntut menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuat investasi, serta membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing nasional di waktu yang sama juga publik menanti komunikasi yang jelas dan konsisten antar kementerian.

“Sering kali masalah bukan pada substansi kebijakan, melainkan lemahnya kemampuan pejabat menjelaskan arah kebijakan kepada publik. Di era digital, menteri bukan hanya administrator, tetapi juga komunikator publik,” kata Syurya.

Syurya pun menilai sejumlah kementerian berpotensi menjadi sorotan dalam evaluasi kabinet mendatang antaranya Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan beberapa lagi.

“Orientasi reshuffle bukan sekadar pergantian figur, melainkan penguatan kapasitas kabinet. Presiden membutuhkan tim yang solid, cepat, responsif, dan bekerja dalam satu frekuensi dengan agenda besar pembangunan nasional,” tutup Syurya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya