Berita

Ilustrasi Rupiah (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

SABTU, 06 JUNI 2026 | 13:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pelemahan Rupiah hingga menembus level Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) dinilai mencerminkan menurunnya kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi domestik. 

Kepala Riset Fraus Kapital, Alfred Nainggolan, menilai tekanan terhadap rupiah tidak bisa semata-mata dijelaskan oleh faktor global.

Menurut Alfred, depresiasi rupiah yang mendekati 7 persen sejak awal tahun memang belum menjadi yang terburuk dalam sejarah. Namun, dibandingkan negara-negara lain, tekanan terhadap mata uang Indonesia jauh lebih besar.


"Kalau penyebabnya murni faktor global, negara lain seharusnya mengalami tekanan yang relatif sama. Faktanya, Indonesia terkena dampak lebih besar," ujarnya, dalam sebuah wawancara dengan CNN TV, dikutip Sabtu 6 Juni 2026.

Ia menilai pasar mulai mempertanyakan berbagai kebijakan ekonomi pemerintah dan melihat adanya persoalan struktural yang belum terselesaikan. Karena itu, langkah Bank Indonesia seperti kenaikan suku bunga, intervensi pasar valas, hingga pembelian obligasi dinilai belum cukup untuk memulihkan kepercayaan investor.

Menurut Alfred, pasar justru mengkhawatirkan adanya kemunduran reformasi ekonomi yang selama ini menjadi daya tarik Indonesia di mata investor. Sejumlah kebijakan yang membutuhkan anggaran besar namun manfaat ekonominya belum jelas turut menambah kekhawatiran pelaku pasar.

Selain menekan sentimen investor, pelemahan Rupiah juga mulai berdampak pada sektor riil. Alfred menilai depresiasi mata uang meningkatkan nilai impor dan menjadi salah satu faktor yang menekan surplus neraca perdagangan Indonesia.

"Persoalan yang dilihat pasar saat ini bukan jangka pendek, melainkan fundamental. Selama itu belum dijawab, tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut," kata Alfred.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya