Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bitcoin Anjlok ke Level 60.000 Dolar AS

SABTU, 06 JUNI 2026 | 08:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin masih berada dalam tekanan pada perdagangan terbaru. 

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Sabtu pagi, 6 Juni 2026, Bitcoin turun 3,57 persen menjadi 61.378 Dolar AS, setelah sebelumnya sempat menyentuh 59.099 Dolar AS, level terendah sejak Oktober 2024.

Sepanjang sepekan terakhir, mata uang kripto terbesar di dunia ini telah melemah sekitar 16 persen, mencerminkan tingginya tekanan jual di pasar. Di level saat ini, harga Bitcoin juga telah terkoreksi lebih dari 50 persdn dibandingkan rekor tertingginya sekitar 126.000 Dolar AS yang dicapai pada Oktober 2025.


Pelemahan Bitcoin dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari aksi jual sebagian kepemilikan Bitcoin oleh Strategy, penguatan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mendorong kenaikan imbal hasil obligasi, hingga berkurangnya minat investor terhadap aset berisiko.

Selain itu, ketidakpastian terkait regulasi kripto di Amerika Serikat dan perpindahan dana investor ke sektor saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) juga turut membebani pergerakan Bitcoin.

Meski demikian, sejumlah pelaku pasar menilai koreksi ini dapat menjadi peluang akumulasi. Mereka menilai fundamental Bitcoin masih kuat, sehingga penurunan harga saat ini berpotensi menjadi kesempatan bagi investor jangka panjang untuk masuk ke pasar.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya