Berita

Benih bening lobster (BBL). (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Bisnis

Maksimalkan Potensi BBL, Pemerintah Perlu Bangun Hilirisasi Industri Lobster

SABTU, 06 JUNI 2026 | 06:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi sektor perikanan melalui pengelolaan benih bening lobster (BBL) yang lebih berorientasi pada hilirisasi dan penguatan industri nasional.

Potensi tersebut menjadi penting mengingat Indonesia merupakan salah satu pemasok utama BBL dunia, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati negara tujuan ekspor.

Menurut dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Dr Thomas Nugroho, lobster masih menjadi komoditas krustasea dengan kontribusi ekonomi lebih rendah dibandingkan udang dan rajungan.


Pada 2024, nilai perdagangan lobster Indonesia tercatat sekitar 90 juta dolar AS, masih jauh tertinggal dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam. 

Ia mengatakan, ketimpangan nilai ekonomi terlihat jelas pada rantai perdagangan BBL. Di tingkat nelayan, harga BBL berkisar Rp10.000-15.000 per ekor. Namun di pasar Vietnam, nilainya dapat mencapai Rp40.000 hingga Rp70.000 per ekor, bahkan berdasarkan hasil riset tertentu mencapai Rp150.000 per ekor.

Kondisi ini, sebutnya, menunjukkan bahwa sebagian besar keuntungan ekonomi diperoleh pada tahapan distribusi dan pembesaran lobster, bukan pada pelaku usaha di tingkat hulu.

“BBL bukan sekadar sumber daya perikanan, tetapi memiliki nilai ekonomi tinggi yang mampu menciptakan berbagai aktivitas ekonomi mulai dari penangkapan, pengumpulan, logistik, transportasi hingga perdagangan internasional,” ujar Dr Thomas dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Ia mengungkapkan, potensi benih lobster Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta ekor. Jika dikonversi menggunakan nilai rata-rata Rp40.000 per ekor, maka nilai ekonomi yang beredar dapat mencapai sekitar Rp9 triliun.

Besarnya nilai tersebut menjadikan BBL sebagai komoditas strategis yang melibatkan jaringan perdagangan, aliran keuangan, serta berbagai instrumen regulasi dan perizinan.

Dr Thomas menambahkan bahwa tata kelola yang baik menjadi faktor kunci dalam memastikan manfaat ekonomi BBL dapat dirasakan masyarakat dan negara.

Ia menilai transparansi perizinan, penguatan pengawasan, integrasi sistem logistik, serta koordinasi kelembagaan perlu diperkuat guna mencegah kebocoran ekonomi dan praktik perburuan rente dalam tata niaga lobster.

“Transformasi dari ekspor benih menuju kedaulatan industri lobster menjadi langkah penting agar nilai tambah, penerimaan negara, dan kesejahteraan nelayan dapat meningkat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui penguatan riset, inovasi, dan industri pembesaran lobster di dalam negeri, Indonesia berpeluang menjadi pusat produksi lobster bernilai tinggi sekaligus memperkuat ekonomi biru yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir dan penerimaan negara.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya