Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an. (Foto: Dokumentasi ASI)

Politik

Kritik Sosial Lewat Film Pesta Babi Jangan Ganggu Stabilitas Bangsa

SABTU, 06 JUNI 2026 | 00:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kontroversi film Pesta Babi yang kini tengah ramai diperbincangkan karena mengkritik tata kelola pemerintahan, dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an memandang, polemik yang berkembang di tengah masyarakat bukan mendiskreditkan kritik sosial dalam bentuk karya seni.

Justru dia memandang, setiap karya seni dan produk budaya yang dapat menjadi ruang kritik sosial, tetap harus memperhatikan etika, dampak sosial, dan kepentingan yang lebih besar bagi bangsa dan negara.


"Sebagai bangsa, kita harus tetap menjaga optimisme. Presiden dan pemerintah tentu sedang mengupayakan yang terbaik untuk kepentingan rakyat dan negara," ujar Ali kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Dia menegaskan, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga optimisme terhadap masa depan bangsa. 

"Karena itu, energi kita sebaiknya diarahkan untuk mendukung kemajuan bangsa, bukan justru memperbesar kegaduhan yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat,” sambung Ali.

Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) itu menekankan, stabilitas politik dan keamanan merupakan modal penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Menurutnya, situasi politik yang kondusif akan memberikan ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, maupun global.

“Kita harus merawat stabilitas politik dan keamanan. Jangan sampai muncul narasi-narasi yang justru memperkeruh suasana atau menciptakan kegaduhan yang tidak produktif. Kritik tentu penting dalam demokrasi, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tetap mengedepankan kepentingan bangsa,” tuturnya.

Di sisi lain, Ali menilai bahwa polemik seputar film Pesta Babi tidak hanya berhenti pada substansi film itu sendiri. Sejak awal kemunculannya, film tersebut telah menuai kontroversi dan memunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Belakangan, polemik kembali menguat setelah munculnya langkah hukum yang ditempuh oleh tokoh Papua Mama Sinta.

"Sejak awal film ini memang sudah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di ruang publik. Dan kita bisa lihat sekarang muncul perkembangan baru yang perlu dicermati bersama, yakni adanya laporan kepolisian yang diajukan oleh Mama Sinta dan permohonan perlindungan yang disampaikan kepada LPSK," jelasnya.

Dengan munculnya laporan Mama Sinta ke Polisi, Ali meyakini ada pihak yang merasa dirugikan dan menginginkan adanya kepastian hukum atas persoalan yang sedang dipersoalkan.

Oleh karena itu, dia mengajak publik untuk mendukung berbagai upaya pemerintah dalam membangun negara dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Pada akhirnya, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan, stabilitas, dan optimisme bangsa. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi kepentingan Indonesia harus tetap menjadi prioritas utama,” demikian Ali menutup.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya