Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Jangan Ada Pejabat Merasa Kebal Hukum di Era Prabowo

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 14:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mempertegas komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi.

Pengamat Politik, Adi Prayitno, menilai sikap tegas Prabowo terhadap korupsi telah berulang kali disampaikan sejak awal masa pemerintahannya. Presiden bahkan secara terbuka memerintahkan aparat penegak hukum, baik Kejaksaan Agung maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menindak tegas pelaku korupsi tanpa pandang bulu.

“Negara tidak boleh kalah dengan para koruptor dan jangan ada lagi warga negara yang korupsi hanya untuk kepentingan kelompok tertentu,” kata Adi Prayitno, Jumat, 5 Juni 2026.


Menurut Adi, komitmen pemberantasan korupsi menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam sekitar satu tahun tujuh bulan pemerintahan berjalan, sejumlah kasus korupsi besar berhasil diungkap aparat penegak hukum dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Kalau membaca berbagai survei, salah satu pemicu tingginya kepuasan publik terhadap pemerintah hari ini adalah karena pemberantasan korupsi dianggap on the right track. Pengungkapan berbagai kasus korupsi, termasuk penyitaan dan pemulihan aset hasil kejahatan, mendapatkan apresiasi publik,” ujarnya.

Adi menilai kasus yang menjerat mantan pimpinan BGN harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pejabat negara agar tidak bermain-main dengan uang rakyat. Menurutnya, setiap anggaran negara wajib dikelola secara akuntabel, transparan, dan digunakan sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pejabat publik. Jangan pernah main-main dengan uang rakyat. Duit negara harus digunakan secara akuntabel, transparan, dan sesuai kepentingan yang telah diatur oleh undang-undang,” tegasnya.

Ia juga meyakini pemerintahan Prabowo tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. Karena itu, seluruh pejabat negara, mulai dari menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga kepala daerah, tidak boleh merasa kebal hukum hanya karena memiliki kedekatan dengan kekuasaan.

“Kinerja pemerintahan Prabowo menunjukkan tidak ada toleransi dan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran hukum. Siapa pun yang terbukti bersalah pasti akan ditindak,” katanya.

Adi menambahkan, setiap langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum hampir selalu mendapat dukungan luas dari masyarakat. Karena itu, upaya membersihkan praktik korupsi harus terus diperkuat agar menimbulkan efek jera.

“Jangan pernah merasa tidak tersentuh hukum. Setiap pemberantasan korupsi pasti mendapat dukungan publik. Semoga para koruptor bisa disikat dan tidak ada lagi tempat bagi mereka di negara ini,” pungkasnya.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya