Berita

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel (Foto: Kantor Presiden Kuba)

Dunia

Presiden Kuba Kecam Trump Usai AS Sanksi Dirinya dan Keluarga Castro

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 13:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengecam keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah Washington menjatuhkan sanksi baru terhadap dirinya, istrinya Lis Cuesta Peraza, anak tirinya, serta putra dan cucu mantan Presiden Raul Castro. 

Selain itu, Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba dan sejumlah entitas lainnya juga masuk dalam daftar sanksi terbaru yang dikeluarkan Washington.

Menanggapi kebijakan tersebut, Diaz-Canel menuding Trump sengaja memperburuk hubungan bilateral kedua negara. 


"Tindakan ini ditujukan untuk memperkuat langkah-langkah #blokade dan menciptakan skenario konflik antara Kuba dan Amerika Serikat," tegasnya dalam unggahan X, dikutip Jumat, 5 Juni 2026. 

Diaz-Canel menegaskan Kuba tidak akan menyerah terhadap tekanan dari Washington. 

"Agresivitas dan kejahatan pemerintah Yankee akan bertabrakan dengan tekad kami untuk menghadapi skenario terburuk dan menahan serangan imperialis," 

“Kuba akan menentang agresivitas dan kebejatan pemerintah Yankee” dan serangan imperialis,"  tulisnya, seraya menegaskan bahwa rakyat Kuba akan terus bertahan menghadapi apa yang disebutnya sebagai serangan imperialis.

Kecaman serupa datang dari Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez. Ia menyebut sanksi terbaru tersebut sebagai tindakan yang keji dan menegaskan bahwa langkah Washington hanya akan dibalas dengan persatuan dan tekad yang lebih besar dari rakyat kita.

Sementara itu, Trump membela kebijakan pemerintahannya dengan menyatakan kondisi Kuba saat ini berada dalam krisis yang serius. 

“Namun negara ini sedang kelaparan, dan tidak memiliki energi, tidak memiliki minyak, tidak memiliki uang, tidak memiliki apa pun," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. 

Meski demikian, Trump menilai Kuba memiliki potensi besar untuk berkembang karena memiliki keindahan alam yang dapat dibangun menjadi kawasan resor wisata.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya