Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Sesi I Longsor ke Level 5.692:, Saham Sektor Energi Berguguran

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 13:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tekanan hebat melanda Pasar Modal Indonesia pada paruh pertama perdagangan akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyudahi sesi I, Jumat  siang, 5 Juni 2026, dengan koreksi tajam. 

IHSG akhirnya melemah sebesar -2,53 persen atau terpangkas -147,628 basis poin di level 5.692,157.

Sejak bel pembukaan berbunyi di level 5.839 pagi tadi, pergerakan IHSG terpantau sangat fluktuatif. Indeks sempat mencoba merangkak naik hingga batas atas di level 5.860, sebelum akhirnya berbalik arah dan jatuh dalam hingga menyentuh batas bawahnya di level 5.673.


Amblesnya indeks acuan domestik ini dipicu oleh aksi jual massal yang melanda lantai bursa. 

Tercatat hanya 111 saham yang berhasil menguat, sementara 588 saham bertumbangan di zona merah, dan sisanya bergerak stagnan. 

Di tengah tekanan ini, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) muncul sebagai tiga saham dengan nilai transaksi paling jumbo.

Kejatuhan IHSG tidak lepas dari sentimen negatif pasar komoditas energi global yang terjadi sehari sebelumnya, Kamis 4 Juni 2026. 

Data Refinitiv menunjukkan harga batu bara kontrak Juli melandai 0,64 persen ke posisi 147,05 Dolar AS per ton, memutus tren penguatan tajam sebesar 2,21 persen pada Rabu.

Dampaknya langsung terasa di Bursa Efek Indonesia. Sektor energi (DXENERGY) menjadi salah satu indeks sektoral yang terkoreksi paling parah dengan penurunan hingga -3,94 persen. 

Rontoknya sektor ini terjadi meskipun ada kabar bahwa Donald Trump mengucurkan dana darurat sebesar 700 juta Dolar AS demi menyelamatkan proyek batu bara di AS. Investor tampaknya menyadari bahwa dalam jangka panjang, industri batu bara AS tetap menyusut karena kalah bersaing dengan gas alam dan energi terbarukan yang lebih murah. 

Hampir seluruh sektor saham menyeret IHSG ke zona merah pada siang ini. 

Selain sektor energi, sektor transportasi (DXTRANS) menjadi yang paling menderita dengan kejatuhan -4,44 persen, disusul oleh sektor keuangan (IDXFINANCE) yang anjlok -4,08 persen akibat pelemahan saham-saham perbankan kakap.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya