Berita

Peluncuran kampanye #BeraniTampilbySATUDental di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026 (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Tutorial Behel dan Scaling Mandiri Bertebaran, Ini Risikonya

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 11:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tren perawatan gigi mandiri yang berkembang di media sosial dan platform e-commerce menuai kekhawatiran kalangan dokter gigi. Pasalnya, tindakan seperti pemasangan behel, scaling, hingga mengikir gigi tanpa pengawasan tenaga medis berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada gigi dan gusi.

Vice President Medical Affairs SATU Dental Group, drg. Melissa Delania, Sp.Pros, mengatakan fenomena tersebut muncul karena masih banyak masyarakat yang takut memeriksakan gigi ke dokter. Ketakutan terhadap rasa sakit maupun biaya perawatan membuat sebagian orang memilih mencari jalan pintas.

"Kalau kita sudah tahu perawatan gigi itu bisa fun, bisa enggak sakit, bisa enggak serem, pasti kita jadi enggak takut juga. Nah sangat disayangkan karena banyak yang takut ini jadi suka coba-coba atau mencari alternatif sendiri untuk perawatan giginya," kata Melissa dalam peluncuran kampanye #BeraniTampilbySATUDental di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.


Menurutnya, saat ini pemasangan behel secara mandiri semakin mudah ditemukan, bahkan disertai tutorial di internet maupun layanan pemasangan oleh pihak yang bukan tenaga kesehatan gigi.

Padahal, pergerakan gigi yang dilakukan tanpa perencanaan dan pengawasan dokter berpotensi menimbulkan dampak serius.

"Bisa sampai menyebabkan akar giginya keluar. Pergerakan gigi yang tidak terarah dan tidak terukur itu sangat berbahaya," ujarnya.

Melissa juga menyoroti tren mengikir gigi sendiri yang belakangan ramai di media sosial.

"Lapisan gigi yang sudah hilang itu enggak bakal bisa balik lagi, enggak bakal bisa dikembalikan lagi," tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahaya scaling mandiri menggunakan alat yang dijual bebas di e-commerce.

"Ada juga tren scaling mandiri. Padahal ini risiko infeksinya besar banget karena alatnya tidak tahu standarnya bagaimana," katanya.

Di sisi lain, CEO SATU Dental Group, Satria Situmorang, menilai tren tersebut muncul di tengah masih rendahnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan gigi, terutama di kalangan generasi muda.

Menurutnya, Gen Z dan milenial kini semakin peduli terhadap kesehatan, mulai dari olahraga hingga perawatan kulit. Namun, kesehatan gigi masih kerap terabaikan.

Ia mengatakan pola pikir masyarakat tentang hal ini perlu diubah.

"Kita mau mengajak masyarakat untuk shifting behavior dari nunggu sakit gigi baru ke dokter menjadi preventive care. Mau giginya sakit atau tidak sakit, enam bulan sekali harus ke dokter gigi," katanya.

Data SATU Dental menunjukkan 66,4 persen masyarakat Indonesia belum pernah melakukan perawatan gigi ke dokter. Salah satu penyebab terbesar adalah rasa takut sakit maupun khawatir akan biaya yang dianggap mahal.

Karena itu, Melissa mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan pemeriksaan oleh tenaga medis yang kompeten.

"Makanya kita mau mengajak masyarakat Indonesia mulai investasi kesehatan giginya dan merawat kesehatan gigi dengan rutin cek ke dokter gigi," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya