Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya menarik minat investasi dari investor institusi domestik maupun global untuk menahan tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar rangkaian roadshow guna memperkuat sisi permintaan (demand side) di pasar saham. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan penjajakan kerja sama dengan sejumlah mitra internasional telah dilakukan.


"Kami sudah bertemu dengan beberapa bursa saham di luar negeri untuk menjalin kerja sama, termasuk dengan perusahaan sekuritas asing. Tujuannya membawa perusahaan tercatat Indonesia agar lebih dikenal investor global dan dapat menarik minat investasi," ujar Nyoman kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis 4 Juni 2026.

Selain menyasar investor luar negeri, BEI juga memperluas kegiatan sosialisasi di dalam negeri. Langkah ini dilakukan untuk mempertemukan perusahaan tercatat dengan investor ritel maupun institusi di berbagai daerah.

Menanggapi peluang optimalisasi dana pensiun dan perusahaan asuransi sebagai shock absorber pasar, Pelaksana Tugas Sementara (PJS) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa komunikasi dengan seluruh kelompok investor terus dilakukan.

"Kami terus berkomunikasi dengan seluruh investor, baik investor institusi domestik maupun investor global," kata Jeffrey.

Upaya memperdalam pasar modal Indonesia juga sejalan dengan pandangan Chief Investment Officer (CIO) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Pandu Sjahrir. Menurutnya, daya tarik pasar saham Indonesia di mata investor institusional global sangat ditentukan oleh tingkat likuiditas pasar.

Pandu menilai investor besar tidak terlalu mempermasalahkan volatilitas. Yang lebih penting adalah kemampuan pasar untuk menampung transaksi dalam jumlah besar secara efisien.

"Volatilitas justru merupakan peluang bagi investor. Yang saya khawatirkan adalah jika Indonesia menjadi tidak relevan di pasar modal global karena likuiditasnya terus menurun," ujarnya.

Ia menjelaskan, likuiditas yang tipis akan menyulitkan pergerakan dana besar dan meningkatkan risiko investasi. Bahkan, investor institusi bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan hanya untuk keluar dari satu posisi tanpa mengganggu harga pasar.

"Kalau ukuran pasar semakin kecil, kami bisa membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan hanya untuk keluar dari satu posisi agar tidak memengaruhi harga pasar," kata Pandu.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya