Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kinerja Emiten Diklaim Masih Kuat
KAMIS, 04 JUNI 2026 | 21:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor agar tidak panik menyikapi gejolak pasar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir hingga menyentuh ke level 5.000.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik meminta investor tetap mengambil keputusan investasi secara rasional, dengan berpegang pada fundamental perusahaan dan profil risiko masing-masing di tengah tekanan yang melanda pasar saham.

"Kami tentu tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada investor untuk dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental, dan juga berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor," kata Jeffrey di Gedung BEI, pada Kamis, 4 Juni 2026.


Ia menegaskan kondisi fundamental pasar modal Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang baik. Salah satu indikatornya terlihat dari kinerja keuangan emiten sepanjang tahun lalu.

"Kalau kita mencermati dari laporan keuangan yang sudah disampaikan oleh seluruh emiten, per akhir tahun 2025 dari seluruh perusahaan tercatat itu membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen," ujarnya.

Kinerja tersebut bahkan berlanjut pada awal tahun ini. Menurut Jeffrey, emiten-emiten berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 mencatat lonjakan laba yang cukup besar.

"Kalau kita lihat perkembangannya sampai dengan kuartal pertama tahun 2026 dibandingkan dengan kuartal pertama di tahun 2025, khususnya untuk saham-saham dalam kelompok LQ45, terjadi pertumbuhan laba bersih hampir 30 persen, 29,9 persen," jelasnya.

Selain itu, mayoritas perusahaan tercatat juga masih mampu mencetak keuntungan. Jeffrey menyebut tren tersebut bahkan menjadi yang terbaik dalam lima tahun terakhir.

"Kalau kita lihat distribusi laba bersih per kuartal pertama tahun 2026, dari seluruh perusahaan tercatat yang ada, 80 persen membukukan laba bersih. Ini adalah persentase tertinggi lima tahun terakhir," jelasnya.

Ia kemudian membandingkan dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya, seperti pada 2020 di mana hanya ada 63 persen perusahaan tercatat yang membukukan laba bersih. 

"Tahun 2021-2025 itu persentasenya antara 73-76 persen perusahaan yang membukukan keuntungan. Kuartal pertama tahun 2026, 80 persen membukukan laba bersih," jelasnya lagi.

Menurut Jeffrey, data tersebut menunjukkan bahwa kondisi perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI masih solid dan dapat menjadi acuan bagi investor dalam mengambil keputusan.

"Itu tentu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik. Tentu ini dapat dijadikan landasan untuk mengambil keputusan bagi para investor," pungkasnya.

Untuk diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis sore ini ditutup di zona merah ke level 5.839. 

Mengutip data RTI Business, IHSG turun 101,2 poin atau 1,70 persen dari perdagangan sebelumnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya