Berita

Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana (Foto: Dokumentasi Fraksi PDIP)

Politik

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 21:19 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemerintah seharusnya fokus terhadap kebijakan pendidikan nasional dengan mengutamakan kebutuhan utama peserta didik serta kesiapan sistem pendidikan lewat pemantapan kurikulum.

Di samping, adanya wacana atau narasi perluasan pengajaran bahasa asing yakni bahasa Prancis dan Portugis.

“Sebaiknya, pemerintah menetapkan skala prioritas yang jelas dalam pengembangan kurikulum nasional dan tidak mengabaikan peningkatan kualitas pengajaran bahasa Inggris yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar dunia pendidikan Indonesia,” kata Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.


Bonnie pun menilai penguasaan Bahasa Inggris masih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi generasi muda Indonesia.

Sebab, Bahasa Inggris tetap memegang peran sentral sebagai bahasa internasional yang kerap digunakan dalam dunia akademik, diplomasi, ilmu pengetahuan, serta bisnis global.

“Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional utama di dunia akademik, diplomasi, ilmu pengetahuan, dan bisnis global. Penguatan kualitas bahasa Inggris inilah yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah,” jelas Legislator dari Fraksi PDIP Perjuangan.

Meski demikian, ia tidak menolak pengembangan pengajaran bahasa Prancis maupun Portugis. Sebagai alternatif, Bonnie pun mengusulkan agar bahasa asing tambahan seperti Prancis dan Portugis mulai diterapkan melalui skema pilihan atau peminatan, bukan menjadi mata pelajaran wajib bagi seluruh siswa.

“Pembelajaran bahasa asing tambahan ini sebaiknya menggunakan skema pilihan atau peminatan saja. Dengan begitu, siswa dapat memilih bahasa yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan akademik maupun rencana karier mereka di masa depan,” imbuh dia.

Dari sini, pemerintah nantinya bisa mengevaluasi mata pelajaran bahasa asing.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya