Pengisian bahan bakar avtur. (Foto: Dok. Pertamina)
PT Pertamina (Persero) menorehkan rapor hijau dalam survei Lembaga Riset Strategis Citra Nasional Network (CNN). Mayoritas masyarakat memberikan apresiasi tinggi terhadap performa komisi minyak dan gas pelat merah tersebut dalam menjaga pasokan energi dalam negeri.
Pengamat Strategi Intelijen Keuangan dan Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Chabibi Syaefuddin menilai tingginya angka kepuasan tersebut menjadi bukti konkret bahwa arah kebijakan Pertamina sudah berjalan searah dengan denyut keinginan publik.
"Kepercayaan publik yang tinggi ini menunjukkan bahwa masyarakat menilai Pertamina mampu menjaga stabilitas distribusi energi nasional secara berkelanjutan," ujar pria yang akrab disapa Paijo ini kepada wartawan, Kamis, 4 Juni 2026.
Paijo menambahkan, di tengah hantaman ketidakpastian geopolitik global yang mengerek harga minyak dunia, Pertamina dinilai sukses meredam kepanikan di masyarakat. Kebijakan manajemen mematok harga BBM penugasan seperti Pertalite dan Bio Solar terbukti andal menjadi bantalan ekonomi.
"Pertamina berhasil membuat masyarakat tidak panik, sehingga situasi di SPBU dan SPBE tetap terpantau aman dan teratur," tegasnya.
Direktur Utama Citra Nasional Network (CNN) Muhammad Sutisna sebelumnya memaparkan survei yang digelar pada medio 4-17 April 2026 itu merekam tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan operasional dan pola komunikasi Pertamina yang menyentuh angka 83,7 persen.
Riset komprehensif ini melibatkan 1.580 responden yang merupakan pengguna aktif Bio Solar, Pertalite, dan LPG 3 kg di seluruh penjuru tanah air. Metode yang digunakan adalah
multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,47 persen.
Hasilnya, kepuasan terhadap pasokan BBM dan LPG berkala nasional mencapai 83,6 persen. Tingkat kepuasan terhadap pelayanan di SPBU menyentuh 87,1 persen, disusul aspek penampilan performa operator SPBU sebesar 88,3 persen.
Kebijakan harga yang diterapkan Pertamina juga memuaskan. Sebanyak 81,2 persen masyarakat menyatakan sangat puas terhadap langkah penahanan harga Pertalite dan Bio Solar di tengah fluktuasi global.
Lalu, sebanyak 67,7 persen masyarakat mendapatkan pasokan LPG 3 kg melalui warung atau toko kelontong terdekat, sementara 27,4 persen membeli langsung di pangkalan resmi.
Selain aspek pelayanan fisik, transformasi digital yang dipacu Pertamina juga panen respons positif. Skema digitalisasi ini dinilai publik mampu menghadirkan transparansi yang selama ini dirindukan.
Buktinya, sebanyak 78,2 persen responden menilai sistem pendataan distribusi energi saat ini jauh lebih tertata dan terukur. Bahkan, kebijakan digitalisasi ini melahirkan gelombang dukungan baru dari masyarakat kelas bawah agar subsidi negara tidak bocor ke tangan orang kaya.
"Sebanyak 85,2 persen responden menyatakan mendukung penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran," demikian petikan rilis CNN.