Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Istana Tetap Optimistis Meski Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 20:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah tetap menunjukkan optimisme terhadap kondisi perekonomian nasional meski nilai tukar Rupiah menembus level psikologis Rp18.000 per Dolar AS.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pihaknya tidak tinggal diam menghadapi gejolak di pasar keuangan. 

Koordinasi intensif terus dilakukan antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memantau perkembangan serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi.


"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, fluktuasi yang terjadi di pasar keuangan perlu disikapi secara proporsional. Ia menilai indikator utama perekonomian nasional masih menunjukkan kondisi yang relatif sehat, terutama dari sisi pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang tetap terkendali.

"Tapi yang bisa kami sampaikan adalah bahwa kami harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga InsyaAllah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tekanan yang semakin dalam terhadap pasar keuangan domestik.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, melemah 0,35 persen ke posisi Rp18.028 per Dolar AS. 

Level tersebut menjadi rekor terendah yang pernah dicapai Rupiah sejak pertama kali diperdagangkan.

Tekanan juga menjalar ke pasar saham. Hingga pukul 09.30 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 3,02 persen ke level 5.760,33. 

Sebanyak 547 saham terkoreksi, sementara hanya 88 saham menguat dan 321 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 397,9 ribu kali transaksi dengan volume 5,23 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp3,38 triliun.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya