Berita

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Nasdem, Mori Hanafi. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Pertanyakan ke Mana Dana Airport Tax Refund

Berpotensi Tembus Rp400 Miliar
KAMIS, 04 JUNI 2026 | 20:15 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Dana airport tax yang tidak dikembalikan kepada penumpang saat pembatalan tiket pesawat diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah per tahun. Namun hingga kini, pengelolaan dana tersebut dinilai belum transparan.

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Nasdem, Mori Hanafi, mempertanyakan ke mana aliran dana airport tax yang tidak di-refund kepada penumpang meski layanan penerbangan tidak digunakan.

"Airport tax itu dibayarkan karena penumpang menggunakan fasilitas bandara. Kalau penumpang tidak jadi berangkat, fasilitas itu tidak digunakan. Tapi airport tax tidak dikembalikan. Pertanyaannya, uang itu ke mana?" kata Mori kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.


Menurut Mori, persoalan tersebut telah berulang kali disuarakannya sejak lebih dari setahun lalu. Namun hingga kini belum ada penjelasan maupun tindak lanjut yang memadai dari pihak terkait.

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi pengelolaan dana yang berasal dari jutaan transaksi tiket pesawat setiap tahun.

"Kalau airport tax tidak masuk ke pengelola bandara karena penumpang tidak terbang, lalu tidak dikembalikan ke penumpang, siapa yang menikmati dana itu? Ini yang harus dijelaskan secara terbuka," tegasnya.

Tak hanya airport tax, Mori juga menyoroti komponen PPN dalam tiket pesawat yang dibatalkan. Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka mekanisme pengelolaan dana tersebut agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Politikus Nasdem itu memperkirakan potensi dana airport tax yang tidak di-refund kepada penumpang dapat mencapai lebih dari Rp400 miliar setiap tahun.

"Selama setahun saya menyuarakan persoalan ini. Potensinya lebih dari Rp400 miliar. Ini uang yang sangat besar dan harus jelas pengelolaannya," ujarnya.

Karena itu, Mori mendorong pembentukan Panitia Kerja (Panja) Komisi V DPR RI untuk menelusuri persoalan tersebut secara menyeluruh. Menurutnya, isu tersebut tidak bisa terus dibiarkan tanpa kejelasan.

"Saya tetap mendorong Panja. Persoalan ini sudah terlalu lama dan tidak bisa terus dibiarkan tanpa penyelesaian," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya