Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Nusantara

Kebutuhan Susu Nasional Tembus 5 Juta Ton, Kemenperin Pacu Hilirisasi dan Kemitraan

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 14:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat hilirisasi dan memperkuat kemitraan antara industri pengolahan susu dengan peternak lokal. 

Langkah strategis ini diambil untuk memangkas ketergantungan pada impor, mengingat kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu nasional saat ini mencapai 5 juta ton per tahun, namun 80 persennya masih harus didatangkan dari luar negeri.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa susu adalah komoditas strategis penopang ketahanan pangan dan gizi bangsa. Rendahnya konsumsi gizi masyarakat saat ini justru dinilai sebagai peluang pasar yang sangat menjanjikan ke depan.


"Industri susu memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. Rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia justru menjadi peluang besar bagi pengembangan industri susu nasional ke depan," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis 4 Juni 2026. 

Data World Population Review 2022 mencatat konsumsi susu Indonesia baru menyentuh 17,76 liter per kapita per tahun, masih tertinggal dari Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Untuk mengejar ketertinggalan pasokan lokal, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menekankan pentingnya integrasi hulu-hilir.

"Penguatan rantai pasok susu segar dalam negeri melalui program kemitraan menjadi salah satu kunci utama. Sinergi antara peternak rakyat, koperasi, dan industri pengolahan susu perlu terus diperkuat guna menciptakan ekosistem industri persusuan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan," kata Putu.

Nyata di lapangan, Kemenperin telah melakukan digitalisasi pada 96 Tempat Penerimaan Susu (TPS) di Jawa Barat dan Jawa Timur hingga 2024, yang berdampak pada 12 ribu peternak sapi perah. Aplikasi pemantauan pasokan juga diluncurkan demi transparansi rantai pasok.

Tak hanya itu, pemerintah memberikan insentif potongan biaya investasi hingga 35 persen untuk modernisasi mesin bagi industri, koperasi, maupun kelompok peternak melalui Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan.

Ke depan, Putu optimistis tren gaya hidup sehat serta implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi dongkrak utama lonjakan permintaan susu nasional, yang wajib diimbangi oleh kesiapan produksi peternak lokal.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya