Berita

Eks Ketua Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (kiri) dan Wamen Imipas Silmy Karim (kanan). (RMOL)

Politik

DPR Prihatin Dua Pejabat Lingkaran Pemerintah Terseret Kasus Hukum

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 13:16 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

DPR RI menyatakan keprihatinan atas terseretnya dua pejabat di lingkungan pemerintahan dalam kasus hukum yang mencuat hampir bersamaan, yakni mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mengatakan para pembantu Presiden seharusnya memegang teguh komitmen pemberantasan korupsi yang selama ini berulang kali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pejabat negara, baik di kementerian maupun lembaga, harus menjaga integritas, kredibilitas, dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.


"DPR prihatin dan menyayangkan berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, terlebih muncul dalam waktu yang hampir bersamaan di sejumlah badan maupun kementerian," kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 4 Juni 2026. 

Saan menyoroti penetapan tersangka terhadap mantan Kepala BGN beserta sejumlah jajarannya dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kasus yang menjerat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh jajaran pemerintah agar tetap berpegang pada semangat pemberantasan korupsi yang menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo.

"Seharusnya para pembantu presiden memegang teguh komitmen untuk senantiasa menjaga perilaku, integritas, kredibilitas, dan profesionalitasnya dalam menjalankan tugas," ujarnya.

Lebih lanjut, DPR mengingatkan seluruh kementerian dan lembaga negara untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih serta menjauhi praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya