Berita

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa (kiri) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Ingatkan Pelemahan Rupiah Berpotensi Ganggu Target Ekonomi 2027

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 13:09 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pelemahan nilai tukar Rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per Dolar AS dinilai perlu segera ditangani secara serius agar tidak mengganggu target ekonomi yang telah ditetapkan pemerintah untuk 2027.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mengingatkan pemerintah menargetkan nilai tukar Rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per Dolar AS dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.

"Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal pemerintah untuk tahun 2027, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dipatok di kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500," kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 4 Juni 2026.


Menurutnya, posisi Rupiah yang kini telah berada di atas Rp18.000 per Dolar AS menjadi sinyal bahwa pemerintah harus bekerja lebih keras untuk mencapai target tersebut.

"Untuk bisa mewujudkan nilai tukar Rupiah berada di kisaran itu pada 2027, maka kondisi yang terjadi hari ini harus benar-benar ditangani secara serius oleh seluruh otoritas yang bertanggung jawab," ujarnya.

Saan meyakini pemerintah bersama otoritas terkait akan terus berupaya mengendalikan tekanan terhadap Rupiah agar pelemahannya tidak semakin dalam.

Senada, Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mendorong pemerintah dan Bank Indonesia segera melakukan konsolidasi kebijakan fiskal dan moneter guna meredam gejolak nilai tukar.

Menurutnya, koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia menjadi langkah penting untuk menahan laju pelemahan Rupiah.

"Yang harus dilakukan segera, siapa pun yang berinisiatif, baik Menteri Keuangan maupun BI, adalah melakukan konsolidasi fiskal dan moneter dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah ini," kata Cucun.

Ia juga mengingatkan bahwa Bank Indonesia memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk melakukan intervensi di pasar apabila tekanan terhadap Rupiah terus berlanjut dan didukung oleh cadangan devisa yang memadai.

Sebelumnya, nilai tukar Rupiah pada perdagangan Kamis  tercatat menembus Rp18.028 per Dolar AS, sekaligus menjadi level terlemah sepanjang sejarah.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya