Berita

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Desak BI Intervensi Usai Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 13:03 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

DPR RI mempertanyakan langkah konkret Bank Indonesia (BI) dalam meredam pelemahan nilai tukar Rupiah yang terus berlanjut hingga menembus level Rp18.000 per Dolar AS.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menilai koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia perlu segera diperkuat melalui konsolidasi kebijakan fiskal dan moneter guna menghadapi tekanan terhadap Rupiah.

Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat langkah intervensi yang lazim dilakukan BI ketika terjadi gejolak nilai tukar.


"Nah ini kita belum kelihatan, kita mempertanyakan," kata Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 4 Juni 2026.

Ia mendorong Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia segera mengambil langkah bersama untuk menahan laju pelemahan Rupiah.

"Sekarang yang harus dilakukan segera, mau siapa yang inisiatif, Menteri Keuangan atau BI, adalah melakukan konsolidasi fiskal dan moneter dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah ini," ujarnya.

Cucun menegaskan BI memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk intervensi di pasar valuta asing apabila cadangan devisa masih memadai.

"Kalau sudah dilakukan konsolidasi tadi, biasanya BI yang melakukan intervensi. Segera lakukan. Jika cadangan devisa masih kuat, Bank Indonesia bisa melakukan intervensi," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta pemerintah menangani pelemahan rupiah secara serius agar tekanan terhadap mata uang nasional tidak semakin dalam.

Menurutnya, kondisi saat ini menjadi perhatian mengingat pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

"Upaya yang terjadi hari ini harus benar-benar ditangani secara serius oleh seluruh otoritas yang bertanggung jawab," kata Saan.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (4/6/2026) tercatat menembus Rp18.028 per dolar AS, sekaligus menjadi level terlemah sepanjang sejarah. Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi lebih dari 3 persen dan sempat bergerak di kisaran level 5.700.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya