Berita

Peserta didik menikmati MBG. (Foto: BGN)

Politik

Kasus Dugaan Korupsi BGN Pintu Masuk Evaluasi Program MBG

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 10:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penetapan tersangka mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Lodewyk Pusung serta Sony Sanjaya, dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengamat politik Hendri Satrio mengaku sejak awal memprediksi kemungkinan penghentian sementara program MBG oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, langkah tersebut tidak mudah dilakukan tanpa adanya faktor eksternal.

“Saya pernah memprediksi bahwa suatu saat nanti Pak Prabowo akan menghentikan MBG. Tapi memang dia harus punya alasan untuk bisa menghentikan MBG itu tanpa harus datang dari diri dia sendiri,” ujar Hensa, sapaan akrabnya, Kamis, 4 Juni 2026.


Ia menjelaskan, sebagai program unggulan presiden, MBG tidak mungkin dihentikan secara sepihak tanpa risiko politik. Karena itu, diperlukan pemicu dari luar yang dapat menjadi dasar legitimasi kebijakan tersebut.

“Artinya, dia tidak bisa menghentikan itu karena itu flagship programnya dia. Harus ada faktor eksternal yang akhirnya membuat dia menghentikan MBG,” kata dia.

Di sisi lain, Hensa melihat langkah penghentian sementara ini juga berpotensi memberikan keuntungan politik bagi Prabowo, baik dalam aspek pemberantasan korupsi maupun pengelolaan anggaran negara.

“Menghentikan MBG saat ini, Prabowo bisa menjadi pahlawan di dua hal. Pertama, pemberantasan korupsi. Kedua, menyelamatkan fiskal, karena biaya MBG mahal sekali,” ujarnya.

Ia juga berpendapat, penetapan tersangka terhadap Dadan Hindayana dan dua pejabat lainnya dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG.

“Nah, penetapan tersangka ini bisa jadi pintu masuk untuk mengevaluasi program MBG, sehingga bisa jadi akan dihentikan mungkin untuk sementara waktu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hensa menilai penghentian sementara program tersebut justru dapat memberi ruang bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan sebelum dijalankan kembali di masa mendatang.

“Dengan dihentikannya MBG, Pak Prabowo punya waktu untuk mengevaluasi dan bisa dilakukan lagi di tahun-tahun berikutnya, misalnya mendekati Pemilu, tanpa hari-hari ini harus membebani fiskal,” kata dia.

Dalam konteks politik, Hensa menambahkan, strategi komunikasi atau spindoctoring memungkinkan pemerintah tetap menjaga persepsi publik terhadap program MBG dan mengevaluasi aspek pelaksanaannya.

Di sini, ia menyoroti bahwa meski MBG merupakan program flagship presiden, tapi Badan Gizi Nasional (BGN) sejatinya sudah dibentuk sejak presiden sebelum Prabowo. 

"Walaupun MBG adalah program flagship Presiden, tapi di tangan yang tepat spindoctoring bisa dilakukan. Apa lagi, BGN kan lembaga yang dibentuk oleh Presiden sebelumnya,” pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya