Berita

Kecaman pemerintah Arab Saudi atas serangan Iran ke Kuwait dan Bahrain (Unggahan akun X @KSAmofaEN)

Global

Arab Saudi Kecam Serangan Iran ke Kuwait dan Bahrain

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Arab Saudi mengecam keras serangan terbaru Iran terhadap Kuwait dan Bahrain yang terjadi pada Rabu, 3 Mei 2026, waktu setempat.

Riyadh menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan kedua negara Teluk dan dapat mengganggu upaya menjaga stabilitas kawasan.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang diunggah di platform media sosial X, kerajaan menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresif yang tidak dapat diterima.


"Arab Saudi mengutuk keras agresi brutal Iran dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Bahrain dan Kuwait," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Arab Saudi juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk serangan yang menyasar negara-negara Teluk. Menurut Riyadh, tindakan semacam itu tidak hanya mengancam keamanan kawasan, tetapi juga melemahkan berbagai upaya internasional untuk memulihkan stabilitas di Timur Tengah.

"Kerajaan menolak serangan-serangan yang merusak kedaulatan negara-negara Teluk bersaudara dan melemahkan upaya internasional yang bertujuan memulihkan keamanan dan stabilitas di kawasan," lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, Arab Saudi kembali menegaskan solidaritasnya kepada Bahrain dan Kuwait. Kerajaan menyatakan mendukung setiap langkah yang diambil kedua negara untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan stabilitas nasional mereka.

Riyadh juga menyampaikan belasungkawa kepada Kuwait atas jatuhnya korban jiwa akibat serangan tersebut.

"Kerajaan juga menyampaikan belasungkawa kepada Kuwait dan mendoakan agar mereka yang terluka segera pulih," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah Kuwait melaporkan satu orang tewas dan sedikitnya 60 orang mengalami luka-luka akibat serangan Iran yang menargetkan fasilitas sipil di negara itu. Serangan tersebut juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk area bandara.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya