Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Wisatawan Asing yang Plesiran ke RI Melonjak 14,7 Persen saat Rupiah Melemah

RABU, 03 JUNI 2026 | 20:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia melonjak pada April 2026 di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman mencapai 1,24 juta pada April 2026. Angka tersebut melonjak 14,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan peningkatan kunjungan terjadi melalui berbagai pintu masuk utama, baik jalur udara, laut, maupun darat.


“Secara total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,24 juta atau naik 14,75 persen secara bulanan dan secara tahunan naik 7,22 persen,” kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Rabu, 3 Juni 2026.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman selama Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan atau meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Pudji, capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir untuk periode empat bulan pertama.

“Capaian kunjungan wisman Januari-April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,” imbuhnya.

Berdasarkan kewarganegaraan, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kunjungan ke Indonesia dengan total 207,96 ribu kunjungan atau setara 16,65 persen dari total wisman pada April 2026.

Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Australia sebanyak 157,96 ribu kunjungan, disusul China 133,99 ribu kunjungan dan Singapura 111,44 ribu kunjungan.

Secara bulanan, jumlah wisatawan asal Malaysia meningkat 11,49 persen. Kunjungan wisatawan Australia naik 20,84 persen, sementara wisatawan asal China mencatat lonjakan paling tinggi sebesar 39,65 persen.

Namun demikian, peningkatan jumlah wisatawan asing tersebut terjadi beriringan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah sepanjang April 2026. Mata uang Garuda tercatat melemah sekitar 2,3 persen terhadap Dolar AS dalam sebulan.

Pada awal April 2026, kurs Rupiah berada di level Rp16.966 per Dolar AS dan terus terdepresiasi hingga menyentuh Rp17.368 per Dolar AS pada akhir bulan. Sementara jika dibandingkan hingga 3 Juni 2026, Rupiah sudah tertekan 5,89 persen menjadi di level Rp17.966 per Dolar AS pada hari ini.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya