Berita

Representative Image (Foto: AI)

Global

Delapan Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa

RABU, 03 JUNI 2026 | 18:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Delapan negara Muslim yang terdiri dari Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab melontarkan kecaman keras terhadap aksi provokatif yang dilakukan pemukim Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Dalam pernyataan bersama yang diunggah Kementerian Luar Negeri RI melalui akun resmi X pada Rabu, 3 Juni 2026, para Menteri Luar Negeri (Menlu) dari delapan negara menegaskan bahwa pengibaran bendera Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah pengawalan pasukan Israel merupakan tindakan provokatif yang melanggar hukum internasional.

"Mereka menekankan bahwa tindakan provokatif dan tidak dapat diterima ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, resolusi PBB yang relevan, serta status quo historis dan hukum di situs-situs suci di Yerusalem Timur yang diduduki," demikian bunyi pernyataan bersama itu.


Selain mengecam insiden terbaru di Al-Aqsa, kedelapan negara juga mengutuk berbagai langkah sistematis yang disebut terus dilakukan Israel sebagai kekuatan pendudukan untuk mengubah karakter historis, hukum, dan demografis Yerusalem Timur. 

Tindakan tersebut dinilai mengancam kesucian situs-situs keagamaan Islam dan Kristen yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas kota tersebut.

Para Menlu menegaskan penolakan mutlak terhadap segala upaya untuk mengubah status quo historis dan hukum di Yerusalem. 

Mereka kembali menegaskan bahwa seluruh kawasan Masjid Al-Aqsa yang mencakup 144 dunam merupakan tempat ibadah eksklusif bagi umat Muslim dan berada di bawah yurisdiksi Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al-Aqsa yang bernaung di bawah Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania.

Dalam pernyataan itu, Israel juga diminta bertanggung jawab atas penghentian tindakan-tindakan yang dinilai memperburuk situasi keamanan kawasan. 

Para menteri memperingatkan bahwa pelanggaran berulang terhadap situs suci tersebut berpotensi memicu ketegangan, memperluas ekstremisme, serta menghambat berbagai upaya internasional untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

"Mereka menyerukan penghentian segera terhadap semua praktik ilegal dan provokatif Israel semacam itu serta menegaskan kembali kebutuhan untuk menghormati status quo historis dan hukum di Masjid Al-Aqsa / Al-Haram Al-Sharif secara keseluruhan," tegas pernyataan tersebut. 

Delapan negara itu juga kembali menyampaikan solidaritas penuh kepada rakyat Palestina serta dukungan terhadap terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya