Berita

Ilustrasi

Politik

MBG Diguncang Skandal, Rupiah dan IHSG Ikut Tumbang

RABU, 03 JUNI 2026 | 14:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Guncangan menghantam pasar keuangan domestik pada perdagangan Rabu 3 Juni 2026. Nilai tukar Rupiah terus tertekan hingga mendekati level Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat (AS), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut anjlok lebih dari 5 persen ke level 5.800-an.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai tekanan terhadap Rupiah dan IHSG hari ini masih didominasi oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal RI yang mengkhawatirkan, karena besarnya anggaran program prioritas pemerintah dan defisit yang terus melebar.

"Tren pelemahan Rupiah akibat isu fiskal yang tidak sustainable masih dominan, apalagi pemerintah belum menunjukkan rencana konkret untuk memperbaikinya," kata Wijayanto kepada RMOL.


Selain itu, pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan penggeledahan Kejaksaan Agung (Kejagung) di kantor BGN disebut turut memperparah sentimen negatif di masyarakat.

"Isu di MBG ikut memperparah situasi, apalagi banyak pihak menilai bahwa permasalahan yang sama juga muncul di program-program unggulan lainnya (Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat dan lain-lain)," jelasnya.

Ia menilai berbagai persoalan dalam pelaksanaan program pemerintah perlu diusut secara menyeluruh, termasuk kemungkinan keterlibatan berbagai pihak di lapangan.

"Kalau ditelusuri pasti banyak yang terlibat, hingga di SPPG-SPPG. Bagaimana dengan KDMP, Sekolah Rakyat, dan lainnya? Harus diusut, tetapi jangan bikin blunder lagi ke depan. Api harus dipadamkan, tapi jangan bikin kebakaran-kebakaran baru," ujarnya.

Mengutip data Bloomberg hingga pukul 13.30 WIB, Rupiah melemah 111 poin atau 0,53 persen ke posisi Rp17.950 per Dolar AS. Level tersebut menjadi salah satu titik terlemah mata uang Garuda sepanjang sejarah.

Pada saat yang sama, pasar saham domestik juga mengalami tekanan berat. Berdasarkan data RTI Business, IHSG merosot 334,8 poin atau 5,41 persen ke level 5.860.

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp15,9 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 27 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,9 juta kali.

Tekanan jual terjadi hampir merata di seluruh sektor. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 721 saham terkoreksi, hanya 35 saham yang menguat, sementara 57 saham lainnya bergerak stagnan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya