Berita

Representative Image (Foto: AI)

Dunia

Iran Belum Kerahkan Seluruh Senjata Andalan untuk Hadapi AS-Israel

RABU, 03 JUNI 2026 | 13:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran mengklaim masih menyimpan sejumlah kekuatan militer strategis yang belum dikerahkan dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Inspektur Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi merespons berbagai pernyataan pejabat Amerika dan media Barat yang menilai kemampuan pertahanan Teheran mulai melemah.

Dia menegaskan bahwa Iran masih memiliki banyak opsi yang dapat digunakan apabila konfrontasi dengan musuh-utmusuhnya semakin meningkat.


“Kami telah berkali-kali mengatakan bahwa kami belum mengungkap semua kartu kemenangan kami, dan masih banyak kartu yang akan kami gunakan jika diperlukan,” kata Asadi dalam sebuah pernyataan, dikutip Rabu, 3 Juni 2026. 

Menurut Asadi, industri pertahanan Iran tetap berada dalam kondisi yang aman dan produktif. 

Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi peralatan militer dan mendukung Angkatan Bersenjata Iran berada di lokasi-lokasi rahasia yang tidak diketahui lawan. 

Asadi juga menekankan bahwa kekuatan terbesar Iran bukan hanya terletak pada persenjataan, melainkan pada dukungan rakyatnya.

“Angkatan Bersenjata kita tidak membutuhkan bom atom. Senjata pamungkas dan bom atom kita adalah rakyat itu sendiri, rakyat yang telah turun ke jalan dan alun-alun selama lebih dari sembilan puluh malam,” tegasnya.

Asadi juga mengingat kembali ancaman Presiden AS Donald Trump yang pernah menyatakan akan membawa Iran kembali ke Zaman Batu. Menanggapi hal itu, ia menegaskan bahwa bangsanya tidak akan tunduk kepada Washington. 

“Sekalipun kita tidak punya apa-apa, kita akan melawan Amerika dengan batu. Karena kita tidak akan menyerah kepada Amerika,” ujarnya.

Lebih jauh, Asadi memperingatkan AS, Israel, dan sekutunya agar tidak salah menghitung kesiapan Iran menghadapi kemungkinan perang. 

“Jadi kami siap dan tidak memiliki masalah dengan perang. Bahkan jika NATO bergabung dalam medan perang ini, kami tidak khawatir sama sekali," pungkas Asadi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya