Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Gerindra Klaim Kunker Prabowo Hasilkan Kesepakatan Investasi Rp61 Triliun

RABU, 03 JUNI 2026 | 12:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Gerindra mengklaim kunjungan kerja (kunker) Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara telah menghasilkan sejumlah kesepakatan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan salah satu contoh hasil konkret dari kunjungan Presiden Prabowo adalah saat melakukan lawatan ke Prancis.

"Hasil kunjungan ke Prancis menunjukkan manfaat yang nyata. Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis baru-baru ini menghasilkan sejumlah kesepakatan komersial," ujar Bahtra kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Rabu 3 Juni 2026. 


Menurut Bahtra, nilai kesepakatan yang dicapai mencapai sekitar 3,5 miliar Dolar AS atau lebih dari Rp61 triliun. Kesepakatan tersebut mencakup sektor energi, perdagangan, dan pertahanan.

Selain menghasilkan kerja sama bisnis, anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara itu menilai kunker Presiden Prabowo juga berkontribusi dalam memperkuat hubungan internasional Indonesia.

"Selain itu, terbentuk forum bisnis tingkat tinggi yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara untuk mendorong investasi dan kerja sama jangka panjang," jelasnya.

Karena itu, Bahtra menilai penilaian terhadap kunjungan luar negeri Presiden tidak semata-mata didasarkan pada besarnya biaya yang dikeluarkan, tetapi juga manfaat yang dihasilkan bagi negara.

"Publik berhak meminta transparansi atas setiap kunjungan luar negeri Presiden. Namun ukuran yang objektif bukan hanya biaya yang dikeluarkan, melainkan manfaat yang diperoleh negara," katanya.

Ia menambahkan, kunjungan luar negeri Presiden perlu dipandang sebagai investasi strategis apabila mampu mendatangkan investasi, membuka akses pasar baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

"Jika kunjungan tersebut menghasilkan investasi, membuka pasar baru, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, maka itu harus dilihat sebagai investasi strategis bagi bangsa," pungkas Bahtra.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya