Berita

Ilustrasi

Politik

Surplus Neraca Dagang RI Menyusut, Hanya 89,1 Juta Dolar AS pada April 2026

SELASA, 02 JUNI 2026 | 15:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Neraca dagang RI tercatat surplus 89,1 juta Dolar AS pada April 2026. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ini menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir. Selain itu, nilainya juga menyusut dari surplus Maret 2026 sebesar 3,32 miliar Dolar AS.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan meski surplus menurun tajam, Indonesia tetap mempertahankan surplus selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.


"Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.

Surplus tipis pada April 2026 terjadi karena nilai ekspor mencapai 25,30 miliar Dolar AS, hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan impor yang sebesar 25,21 miliar Dolar AS.

Dari sisi ekspor, kinerja Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Nilai ekspor April 2026 tercatat naik 21,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 20,74 miliar Dolar AS.

Peningkatan terbesar ditopang sektor industri pengolahan yang mencatat ekspor 20,59 miliar Dolar AS atau melonjak 29,07 persen secara tahunan dari 15,95 miliar Dolar AS pada April 2025.

"Kenaikan tahunan ini disebabkan oleh kenaikan nilai ekspor untuk komoditas minyak kelapa sawit, produk olahan nikel, kimia dasar organik, barang perhiasan dan berharga, serta semi konduktor dan komponen elektronik lainnya," jelas Pudji.

Sebaliknya, ekspor sektor pertambangan dan lainnya turun 1,17 persen menjadi 3,11 miliar Dolar AS dari sebelumnya 3,15 miliar Dolar AS. 

Sementara itu, ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga merosot 5,53 persen menjadi 450 juta Dolar AS dari 480 juta Dolar AS pada April tahun lalu.

Di sisi lain, impor tumbuh lebih cepat dibandingkan ekspor. Nilai impor Indonesia pada April 2026 mencapai 25,21 miliar Dolar AS atau naik 22,49 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar 20,59 miliar Dolar AS.

Lonjakan impor terutama berasal dari kelompok migas yang mencapai 4,60 miliar Dolar AS atau melesat 82,52 persen secara tahunan. Adapun impor nonmigas tercatat sebesar 20,62 miliar Dolar AS atau naik 14,11 persen.

Berdasarkan penggunaannya, impor barang konsumsi meningkat 42,90 persen menjadi 2,43 miliar Dolar AS. Sementara impor bahan baku dan barang penolong naik 24,56 persen menjadi 18,65 miliar Dolar AS.

Adapun impor barang modal tercatat sebesar 4,13 miliar Dolar AS, meningkat 5,64 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar 3,91 miliar Dolar AS.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya