Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam acara Kick Off Pesparawi Nasional XIV 2026, Selasa 2 Juni 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kesemarakan merupakan bagian penting dalam kehidupan beragama.
Menurutnya, setiap agama memiliki tradisi syiar yang bertujuan menampilkan dan menyebarluaskan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat luas.
Dalam konteks pelaksanaan Pesparawi yang akan berlangsung mulai 18 Juni 2026 di Manokwari, Papua Barat, kesemarakan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan dan simbol yang melibatkan masyarakat secara luas.
Mulai dari pasar kaget, pameran, atraksi budaya, penggunaan seragam, pemasangan umbul-umbul, hingga dekorasi lampu dan panggung yang memperkuat suasana perayaan.
"Kita membutuhkan kesemarakan yang memiliki jangkauan luas, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran dan semangat kegiatan keagamaan itu sendiri," ujar Menag dalam acara Kick Off Pesparawi Nasional XIV 2026.
Menurutnya, kehadiran tokoh agama, seniman, akademisi, dan pemimpin masyarakat dari berbagai daerah menjadi momentum berharga yang perlu dimanfaatkan secara maksimal.
Kehadiran mereka di Manokwari membuka kesempatan bagi masyarakat, gereja, perguruan tinggi, maupun kelompok kajian untuk memperoleh wawasan, inspirasi, dan pencerahan secara langsung.
Menag juga mendorong adanya sinergi yang lebih besar antarperayaan keagamaan di masa depan. Ia berharap berbagai kegiatan keagamaan nasional dapat saling mendukung sehingga menciptakan atmosfer yang lebih hidup dan berdampak luas bagi masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan secara terpadu akan meningkatkan partisipasi publik sekaligus memperkuat pesan persatuan dalam keberagaman Indonesia.
Selain Pesparawi, Indonesia juga memiliki berbagai agenda keagamaan nasional lainnya yang melibatkan umat Hindu, Buddha, Konghucu, serta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Jika memungkinkan dan disepakati bersama oleh umat beragama, kolaborasi antarkegiatan tersebut dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkuat harmoni sosial.
"Negara hanya mengikuti kehendak masyarakat dan umat beragama. Apa yang bisa disinergikan, mari kita sinergikan secara demokratis," katanya.
Bagi Menag, Pesparawi bukan hanya menjadi ajang kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga perayaan besar yang memperkuat syiar agama, mempererat hubungan sosial, dan menghadirkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.