Berita

Logo PDIP. (Foto: RMOL)

Politik

Kritik PDIP jadi Penyeimbang di Tengah Kehangatan Prabowo-Megawati

SELASA, 02 JUNI 2026 | 13:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kehangatan yang ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila memunculkan beragam spekulasi politik. 

Namun, pengamat politik Nurul Fatta menilai momen tersebut tidak serta-merta menandakan perubahan sikap politik PDIP terhadap pemerintahan Prabowo.

Menurutnya, publik memang dibuat memperhatikan keakraban Prabowo dan Megawati yang tampak bergandengan tangan hangat dalam satu panggung kenegaraan. Situasi itu memicu berbagai tafsir mengenai kemungkinan membaiknya hubungan PDIP dengan pemerintah, meski partai berlambang banteng tersebut tidak masuk dalam Kabinet Merah Putih.


"Keakraban itu sontak memicu spekulasi publik tentang kemungkinan pergeseran relasi antara PDI-P dan pemerintahan Prabowo, meski partai berlambang banteng itu tidak masuk dalam jajaran kabinet," kata Nurul Fatta kepada RMOL, Selasa, 2 Juni 2026.

Namun di saat yang hampir bersamaan, PDIP justru menyampaikan kritik terhadap pemerintah melalui Sekretaris Jenderalnya, Hasto Kristiyanto. 

Kritik tersebut mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari kekhawatiran terhadap menguatnya nuansa militerisme dalam pemerintahan, ruang kebebasan sipil yang dinilai menyempit, hingga kebijakan yang dianggap terlalu populis dan berorientasi elektoral.

Fatta menilai dua peristiwa tersebut tidak bisa dibaca secara terpisah. Menurutnya, kritik yang disampaikan PDIP merupakan pesan politik yang sengaja dimunculkan untuk menegaskan posisi partai di tengah munculnya spekulasi akibat kehangatan Megawati dan Prabowo.

"Kritik yang disampaikan Hasto dari panggung yang berbeda tampaknya merupakan langkah yang disengaja?"sebuah counter-narrative yang dipersiapkan untuk membendung tafsir bahwa pertemuan Megawati dan Prabowo merupakan sinyal rekonsiliasi atau konsolidasi politik," ujarnya.

Karena itu, Fatta berpandangan sikap PDIP justru menunjukkan konsistensi posisi politik partai yang tetap berada di luar pemerintahan. Pertemuan Megawati dan Prabowo dinilai lebih sebagai bagian dari etika kenegaraan ketimbang sinyal bergabungnya PDIP ke lingkar kekuasaan.

"Dengan demikian, sikap PDIP memperlihatkan konsistensi pada standing position-nya. Pertemuan dua tokoh itu tidak lebih dari sekadar kehadiran seremonial dalam momen kenegaraan, bukan langkah menuju kedekatan dengan kekuasaan," jelasnya.

Fatta menambahkan, PDIP saat ini tampaknya tetap memilih memainkan peran sebagai mitra kritis strategis bagi pemerintah. Dengan menjaga jarak yang terukur dari kekuasaan, partai tersebut berupaya mempertahankan relevansinya sebagai kekuatan penyeimbang di luar kabinet.

"PDIP tampaknya tetap memilih peran sebagai mitra kritis strategis, menjaga jarak yang terukur dari pemerintah sekaligus mempertahankan relevansinya sebagai kekuatan penyeimbang di luar kabinet," pungkasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya