Berita

Pernyataan Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf (Foto: Akun X @mb_ghalibaf)

Dunia

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

SELASA, 02 JUNI 2026 | 09:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa Teheran dapat menghentikan proses negosiasi dengan Amerika Serikat dan mengambil langkah yang lebih tegas jika serangan Israel ke Lebanon terus berlanjut.

Pernyataan itu disampaikan Ghalibaf lewat sebuah unggahan di media sosial X setelah berbicara dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri.

"Saya menegaskan kepada saudara saya, Presiden Nabih Berri, bahwa jika agresi Israel terhadap Lebanon terus berlanjut, kami tidak hanya akan menghentikan jalur negosiasi, tetapi kami juga akan berkonfrontasi langsung dengan musuh," kata Ghalibaf, dikutip Selasa, 2 Juni 2026.


Pernyataan tersebut menunjukkan sikap keras Iran di tengah situasi yang semakin memanas di kawasan. Ancaman itu juga muncul ketika berbagai upaya diplomatik masih berlangsung untuk meredakan konflik di kawasan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Berri dilaporkan telah menyampaikan kepada pemerintahan Presiden AS Donald Trump bahwa kelompok Hezbollah siap menerima gencatan senjata penuh dan segera dengan Israel.

Sementara Trump lewat unggahan di Truth Social mengatakan bahwa Lebanon dan Israel sepakat untuk melakukan gencatan senjata.

"Saya melakukan percakapan yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel, dan tidak akan ada pasukan yang dikirim ke Beirut. Pasukan yang sedang dalam perjalanan juga telah dipulangkan,” ujarnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya