Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Cetak Rekor Digendong Nvidia

SELASA, 02 JUNI 2026 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan pertama Juni 2026. Kenaikan saham-saham teknologi, terutama Nvidia, berhasil mengimbangi kekhawatiran investor terhadap lonjakan harga minyak akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan Senin, 2 Juni 2026, waktu setempat, indeks S&P 500 naik 0,26 persen dan ditutup di level rekor baru 7.599,96. Sementara itu, Nasdaq Composite menguat 0,42 persen ke 27.086,81, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 46,42 poin atau 0,09 persen menjadi 51.078,88. Ketiga indeks utama tersebut juga sempat menyentuh rekor tertinggi intraday sebelum akhirnya ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah.

Penguatan pasar dipimpin oleh sektor teknologi. Saham Nvidia melonjak lebih dari 6 persen setelah memperkenalkan prosesor baru untuk komputer pribadi (PC). Kenaikan Nvidia turut mengangkat saham perusahaan terkait seperti Dell Technologies yang melesat lebih dari 10 persen dan HP Inc yang naik sekitar 8 persen. Sebaliknya, Intel turun lebih dari 4 persen.


Selain teknologi, sektor energi menjadi satu-satunya sektor lain di S&P 500 yang juga ditutup menguat. Saham Marathon Petroleum naik sekitar 4 persen, sementara Exxon Mobil dan Chevron masing-masing menguat 2,8 persen dan 1,9 persen.

Di sisi korporasi, saham Dell Technologies menjadi sorotan setelah sejumlah analis besar menaikkan rekomendasi dan target harga saham perusahaan tersebut. Goldman Sachs bahkan lebih dari dua kali lipat menaikkan target harga Dell menjadi 500 Dolar AS per saham karena meningkatnya keyakinan terhadap pertumbuhan bisnis yang didorong oleh AI.

Saham-saham teknologi lainnya juga mencatat kenaikan signifikan. Salesforce, ServiceNow, Datadog, dan Adobe menguat seiring pulihnya optimisme terhadap sektor perangkat lunak. ETF perangkat lunak iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) bahkan kembali mencatat kinerja positif sepanjang tahun setelah sempat anjlok hampir 30 persen pada April lalu.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya