Berita

Adhie M. Massardi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Adhie Massardi Usul Bentuk Mahkamah Pancasila

SENIN, 01 JUNI 2026 | 20:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni kembali memunculkan kritik terhadap implementasi nilai-nilai dasar negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Budayawan Adhie M. Massardi menilai Pancasila selama ini lebih banyak disosialisasikan ketimbang dijadikan rujukan utama dalam penyelenggaraan negara.

"Kalau mau menghidupkan Pancasila, buat Mahkamah Pancasila, bukan Mahkamah Konstitusi. Jadi undang-undang atau aturan yang tidak sesuai dengan lima sila langsung dibatalkan," kata Adhie saat berbincang dengan RMOL malam ini, Senin 1 Juni 2026.


Penulis 'Risalah Filsafat Peradaban not just Civilization' itu berpendapat, selama ini MK menjadikan konstitusi sebagai acuan utama dalam menguji suatu aturan. Padahal, konstitusi dapat diubah melalui amandemen sehingga standar penilaiannya juga bisa berubah.

"Konstitusi bisa diamandemen. Kalau acuannya konstitusi, ketika konstitusi berubah maka semuanya ikut berubah. Berbeda dengan Pancasila yang merupakan ideologi dan dasar negara," ujarnya.

Adhie juga menyoroti keberadaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Menurutnya, lembaga tersebut sejauh ini lebih berfungsi sebagai sarana sosialisasi ketimbang penjaga ideologi negara.

"BPIP hanya panitia sosialisasi, posisinya tidak kuat," sindirnya.

Mantan juru bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu bahkan mengusulkan agar seluruh pejabat publik menjalani semacam baiat atau sumpah kesetiaan terhadap nilai-nilai Pancasila sebelum menjalankan tugas negara.

Ia mengingatkan bahwa Soekarno sendiri pernah menyatakan Pancasila digali dari nilai-nilai yang hidup di tengah rakyat. Karena itu, menurut Adhie, masyarakat Indonesia pada dasarnya telah memiliki karakter Pancasilais.

"Soekarno mengaku menggali Pancasila dari rakyat. Artinya rakyat itu sudah Pancasilais," katanya.

Lebih lanjut, Adhie menilai terdapat ketimpangan dalam penegakan hukum terkait pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila. Ia membandingkannya dengan penerapan sanksi dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Melanggar UU ITE bisa dihukum belasan tahun. Tapi melanggar Pancasila seolah tidak ada masalah," kritiknya.

Menurut Adhie, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pancasila belum benar-benar ditempatkan sebagai sumber utama dalam pembentukan hukum maupun kebijakan negara.

Ia berharap momentum Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi titik evaluasi terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya