Berita

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional setelah upacara Hari Pancasila di Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026 (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Kehangatan Prabowo-Megawati Momentum Rekonsiliasi Kebangsaan

SENIN, 01 JUNI 2026 | 18:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Momen Presiden Prabowo Subianto bergandengan tangan dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri usai Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin, 1 Juni 2026, dinilai sebagai simbol penting bagi penguatan persatuan nasional di tengah dinamika global dan tantangan domestik yang dihadapi Indonesia.

Momen tersebut menjadi pesan kuat bahwa kepentingan bangsa harus berada di atas perbedaan politik. Di tengah situasi ekonomi dan geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia dinilai membutuhkan harmonisasi dan kesejukan hubungan antartokoh bangsa demi menjaga stabilitas nasional.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto mengatakan, rekonsiliasi kebangsaan harus terus dibangun dengan berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Dalam dinamika global yang berdampak pada situasi domestik saat ini dibutuhkan harmonisasi dan kesejukan hubungan tokoh-tokoh Indonesia. Akan tetapi rekonsiliasi kebangsaan yang dibangun menuju 'Bhinneka Tunggal Ika', di mana cita-cita bangsa Indonesia menuju negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," kata Hari kepada RMOL, Senin, 1 Juni 2026.

Menurutnya, tujuan berbangsa dan bernegara telah ditegaskan secara jelas dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya alinea keempat yang menjadi pedoman bagi seluruh pemimpin nasional dalam menjalankan amanah rakyat.

"Jika semua kepemimpinan tegak lurus dengan Pembukaan UUD 1945, maka Indonesia menjadi negara super power," tegas Hari.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan sejarah bangsa menunjukkan ancaman terbesar terhadap persatuan nasional kerap muncul dari politik pecah belah yang terus berulang dalam berbagai bentuk.

"Sejarah mengajarkan bahwa ‘adu domba’ menjadi setan yang bergentayangan dari awal Indonesia berdiri," tegasnya.

Lebih lanjut, Hari menekankan pentingnya menjaga semangat kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga yang menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan keinginan luhur untuk hidup sebagai bangsa yang merdeka.

Karena itu, momen kebersamaan antara Prabowo dan Megawati pada peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai tidak sekadar simbol seremonial, melainkan pesan politik kebangsaan bahwa persatuan dan gotong royong harus menjadi energi utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya