Berita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjadi inspektur upacara Harlah Pancasila (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

PDIP Soroti Gejala Militerisme dan Pembungkaman Kritik

SENIN, 01 JUNI 2026 | 12:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan atau simbol kenegaraan semata. 

Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui jaminan kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul bagi seluruh warga negara.

Hal itu disampaikan Hasto saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin 1 Juni 2026. 


Menurut Hasto, nilai kemanusiaan dalam Pancasila mengharuskan negara melindungi rakyat dari berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

"Ia harus menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari yang mewujud sebagai kemerdekaan dari rasa takut, kemerdekaan berpendapat, berserikat, dan berkumpul. Kemanusiaan ini menentang berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan aparatur negara yang seharusnya melindungi rakyatnya," ujar Hasto.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyampaikan kekhawatiran PDIP terhadap menguatnya gejala militerisme dan berbagai bentuk pembungkaman terhadap kelompok masyarakat yang menyampaikan kritik.

"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis sebagaimana sering disuarakan oleh masyarakat sipil akhir-akhir ini," katanya.

Ia menegaskan bahwa sikap kritis merupakan bagian dari tanggung jawab politik setiap warga negara yang lahir dari rasa cinta kepada bangsa dan negara.

"Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada tanah air. Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi," tegas Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menilai peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi untuk menilai sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar dijalankan dalam penyelenggaraan negara.

Menurutnya, demokrasi politik dan demokrasi ekonomi yang menjadi fondasi demokrasi Indonesia saat ini mengalami kemunduran dan cenderung bergerak ke arah sentralisasi kekuasaan.

"Kita sangat menyesalkan bahwa demokrasi politik dan ekonomi yang terkandung sebagai substansi pokok demokrasi Indonesia kini berubah menjadi demokrasi yang sentralistik. Terlebih pada periode kedua Presiden Jokowi, Indonesia berubah menjadi negara otoriter yang populis," ujarnya.

Hasto juga menyoroti sistem hukum yang dinilainya semakin kehilangan independensi karena tunduk pada kepentingan kekuasaan. Ia menuding aparat penegak hukum dan aparatur negara digunakan untuk kepentingan politik elektoral, terutama menjelang Pemilu 2024.

Karena itu, Hasto mengatakan PDIP dalam Rakernas partai telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas perubahan watak kekuasaan yang dinilai dipengaruhi ambisi politik.

"Maka di dalam Rakernas, PDI Perjuangan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas perubahan watak kekuasaan akibat ambisi kekuasaan," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya