Berita

Suasana upacara Harlah Pancasila di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jaksel (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Hasto: Pasal 33 Bukan untuk Elite, Tapi untuk Kemakmuran Rakyat

SENIN, 01 JUNI 2026 | 11:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 yang menurutnya belum sepenuhnya menghadirkan kemakmuran bagi rakyat, terutama di daerah-daerah kaya sumber daya alam seperti Papua dan Aceh.

Hal itu disampaikan Hasto saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin 1 Juni 2026. 

Menurut Hasto, kekayaan alam yang melimpah di berbagai daerah seharusnya menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Namun dalam kenyataannya, masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan meski daerahnya memiliki sumber daya alam yang besar.


"Di Papua, Aceh, dan pelosok negeri lainnya, kekayaan alam mengalir deras ke pusat, tetapi kemiskinan tetap menjadi tetangga terdekat rakyat," ujarnya.

Hasto mengingatkan bahwa Pasal 33 UUD 1945 tidak boleh dimaknai semata-mata sebagai hak negara untuk menguasai sumber daya alam. Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan rakyat menjadi pihak yang memperoleh manfaat terbesar dari pengelolaan kekayaan negara.

"Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Amanat terpenting adalah rakyat sebagai dasar kebijakan, orientasi, dan pihak yang mendapat kemanfaatan tertinggi atas pendayagunaan seluruh kekayaan negara. Bukan dikuasai negara, titik," tegasnya.

Menurut Hasto, peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momentum refleksi bagi para pengambil kebijakan untuk mengevaluasi mengapa kelompok masyarakat paling bawah justru sering kali terpinggirkan dari kemakmuran yang dihasilkan tanah airnya sendiri.

Ia menilai penguasaan sumber daya alam oleh negara harus selalu diarahkan pada tujuan utama, yakni sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Negara, kata Hasto, tidak boleh hanya mengeksploitasi kekayaan daerah demi kepentingan segelintir elite, sementara masyarakat lokal tetap hidup dalam kesulitan ekonomi.

Ia juga menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Momentum tersebut harus disertai kontemplasi dan evaluasi terhadap kondisi keadilan sosial yang dirasakan masyarakat saat ini.

"Peringatan Hari Lahir Pancasila harus disertai dengan kontemplasi, disertai pertanyaan kritis untuk melihat realitas yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita," katanya.

Ia pun mempertanyakan mengapa demokrasi ekonomi yang dicita-citakan para pendiri bangsa kini cenderung bergeser ke arah yang lebih sentralistik, sehingga mengurangi ruang bagi kedaulatan ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.

Menurutnya, Pancasila lahir dari semangat membebaskan rakyat dari berbagai bentuk penjajahan dan penindasan. Karena itu, petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, dan pelaku UMKM harus menjadi pusat dari setiap kebijakan ekonomi nasional.

Di akhir pidatonya, Hasto menyampaikan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader partai tetap berada di garis depan dalam membela kepentingan rakyat.

"Karena itulah pesan Ibu Mega, jadilah banteng-banteng sejati yang membela setiap rakyat yang tertindas di seluruh lapisan Indonesia kita," pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya