Berita

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP yang juga Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI), Rokhmin Dahuri./Dok Istimewa

Nusantara

Drone dan Combine Harvester Dongkrak Produktivitas Petani

SENIN, 01 JUNI 2026 | 11:44 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Modernisasi pertanian merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditawar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani Indonesia.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang juga Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI), Rokhmin Dahuri, saat menghadiri Panen Raya Jagung GNTI 2026 di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, akhir pekan lalu.

Menurut Rokhmin, penggunaan teknologi pertanian modern seperti drone dan combine harvester menunjukkan bahwa petani Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari budaya pertanian.


"Penggunaan teknologi seperti drone dan combine harvester merupakan bukti bahwa petani Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari budaya pertanian," kata Rokhmin dalam keterangan tertulis, Senin 1 Juni 2026. 

Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001-2004 itu menegaskan, Panen Raya Jagung GNTI 2026 menjadi bukti komitmen organisasi dalam mendorong ketahanan pangan nasional melalui modernisasi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.

Pada proses panen, petani binaan GNTI telah menggunakan combine harvester yang mampu mempercepat waktu panen, menekan biaya operasional, serta meminimalkan kehilangan hasil hingga di bawah tiga persen.

Sementara pada tahap budidaya, teknologi drone pertanian dimanfaatkan untuk pemupukan sehingga distribusi pupuk menjadi lebih merata, tepat sasaran, dan efisien.

Rokhmin menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

"Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan, tetapi juga tentang bagaimana petani memperoleh nilai ekonomi yang layak dari hasil usahanya. Oleh karena itu, modernisasi pertanian harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal GNTI, Sutrisno, optimistis penerapan teknologi pertanian modern akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas jagung nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

"Melalui penerapan teknologi pertanian modern, GNTI optimistis produktivitas jagung nasional dapat terus meningkat. Ini akan mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi pedesaan," ujarnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya